Rabu Prapaskah IV

6 April 2011
Yes 49: 8-15  +  Mzm 145  +  Yoh 5: 17-30
 
 
Lectio :
Yesus berkata kepada para muridNya: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga." Ucapan seperti inilah yang membuat orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Malahan Yesus menegaskan kepada mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku."
 
Meditatio :
'Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga'.
Penyataan Yesus ini sungguh-sungguh menegaskan bahwa Allah Bapa selalu berkarya dan berkarya demi umat yang dikasihiNya. Demikian juga apa yang dilakukanNya adalah demi keselamatan umatNya. Yesus melakukan segala sesuatu yang dilakukan oleh Bapa. Maksud itu sepertinya telah dipahami dan dimengerti oleh orang-orang Yahudi, karena itu mereka 'lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah'. Secara nalar mereka tahu dan paham akan tugas perutusan Kristus, tetapi tidaklah dengan hati dan budi mereka.
'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus, 'sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran'.
Yesus, sebagai Putera Bapa, hanya melakukan apa yang dikehendaki Bapa dan apa yang telah dilakukan Bapa. Yesus mampu melakukan segala sesuatu yang dikerjakan Bapa, karena memang Dialah Sabda yang menjadi manusia. Kita dapat mengklasifikasikan ketiga penyataan Yesus seperti ini:
'Sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya,
demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
Sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri,
demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri'.
Kedua penyataan ini menegaskan bahwa segala yang dilakukan oleh Bapa dilakukan oleh Yesus, karena memang Yesus adalah kebangkitan dan kehidupan.
Bapa tidak menghakimi siapa pun,
melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa.
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri;
Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
Kedua penyataanNya ini menegaskan bahwa Yesus, sebagai Anak Manusia, hanya melakukan kehendak dan kuasa Bapa; Yesus tidak melakukan segala sesuatu berdasarkan kehendakNya sendiri.
Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku,
ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah,
dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
Penyataan Yesus menegaskan kepada kita bahwa Dialah Sabda yang menjadi manusia, barang siapa mendengarkan Dia mendengarkan Bapa, dan dia akan memperoleh kehidupan.
'Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: tampillah!
Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundul pun tersedia rumput bagi mereka. Mereka tidak menjadi lapar atau haus; angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.
Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan'.
 
Kapankah hari keberkenanan itu?
Semuanya terjadi pada waktu Dia menampakkan kemuliaanNya, yakni ketika Dia ditinggikan di kayu salib, karena memang pada waktu itu semuanya terpenuhi. Allah mengasihi umatNya sampai sepenuh-penuhnya. Allah membuat segala-galanya baik adanya. Masa Prapaskah mengajak kita untuk merenungkan kembali keterlibatan kita dalam pesta kemuliaanNya yakni dalam Paskah mulia. Dengan kematian dan kebangkitan sang Putera, Allah memenuhi janjiNya demi keselamatan seluruh umat manusia, 'kalaupun ada seorang perempuan melupakan bayinya, dan tidak menyayangi anak dari kandungannya, Aku tidak akan melupakan engkau'.
 
Oratio :
Yesus, kehadiranMu sungguh-sungguh menyatakan kemuliaan dan kasih Tuhan Allah Bapa di surge, tambahkanlah iman kami kepadaMu agar kami semakin percaya kepadaMu dan tinggal dalam kehadiranMu sendiri.
Yesus, Engkaulah kebangkitan dan kehidupan kami.  Amin.
 
Contemplatio :
Barangsiapa menghormati Yesus, ia juga menghormati Bapa, yang mengutusNya.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening