Sabtu Prapaskah IV

9 April 2011
Yer 11: 18-20  +  Mzm 7  +  Yoh 7: 40-53
 
 
Lectio :
Beberapa orang di antara banyak orang, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang." Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."  Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya. Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?" Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!"
Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?" Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea." Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,
 
Meditatio :
'Dia ini benar-benar nabi yang akan datang'.
Itulah komentar beberapa orang yang mendengarkan perkataan-perkataan Yesus dalam pengajaranNya. Banyak orang terperangah kepadaNya. Ada juga yang mengatakan: 'Ia ini Mesias'. Dari buahnya kita mengenal pohonnya. Tetapi yang lain lagi berkata: 'bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal'. Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
Perasaan kedaerahan dan diwarnai nada religious itulah yang terjadi dalam pertentangan di antara orang-orang Yahudi, khususnya mereka yang merasa tahu tentang Kitab Suci. Mereka belajar Kitab Suci tetapi tidak mau melihat kenyataan sehari-hari, bahkan tidak menginjakkan kedua kakinya di bumi, maka semua kepandaiannya itu adalah sia-sia belaka dan bahkan menjadi kebohongan. Kitab Suci ditelan mentah-mentah; 'makan buah saja, kita harus memilah-milah isi, daging buah, dan kulitnya', demikian kiranya dalam membaca dan menghayati Kitab Suci. Para ahli Kitab memang amat terbatas pemahamannya tentang Yesus, yang lahir di Betlehem dan dibesarkan di Nazaret itu; mereka mengenal Mesias dari Kitab Suci, tetapi tidak mengenalNya dalam kehidupan.
Seruan: 'selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea' adalah sebuah teriakan emosional yang sudah mengabaikan akal sehat, sebuah tindakan yang mengabaikan peran rasio. Hati dan akal budi seseorang mempunyai peran dalam kehidupan sehari-hari, yakni melihat dan merasakan kehadiran sang Ilahi dalam kenyataan konkrit di sini dan sekarang ini dan dalam sejarah manusia.
'Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!'.
Itulah komentar juga dari orang-orang yang tidak mengenal Kitab Suci, tetapi mereka itu, para penjaga, yang sering menyaksikan dan mengawasi gerakan-gerakan social yang demontratif, merasakan sungguh kehebataan dan keunggulan Seorang Manusia yang ada di tengah-tengah mereka; kekaguman mereka kepada Orang Nazaret itu melemahkan dan menggetarkan diri mereka sendiri untuk menangkapNya.  Kiranya mereka menghadapi dilemma, di satu pihak mereka harus mentaati orang-orang yang duduk di kursi Musa, di lain pihak harus berhadapan dengan banyak orang yang memang terkagum-kagum terhadap Orang Nazaret itu. Alasan apa yang harus memojokkan Dia, bukankah Dia mengajarkan kebaikan?
Imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkepentingan dengan Yesus hanya bisa berteriak-teriak; kemunafikan mereka terungkap, bukan saja dalam tindakan dan perbuatan baik mereka, tetapi juga dalam perbuatan-perbuatan jahat. Mereka memang orang-orang yang munafik dan licik. Sebab percaya kepada Orang Nazaret itu adalah kebodohan dan sesat! 'Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Kalian tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah kalian!', teriak mereka; dan menurut mereka, Nikodemus, salah seorang dari antara mereka sendiri, yang dahulu telah datang kepada Yesus, karena kepercayaannya di cap sebagai salah satu dari orang-orang bodoh itu.
Mengikuti Yesus adalah usaha untuk mendapatkan keselamatan, usaha untuk kembali kepada sang Empunyai kehidupan, usaha untuk menikmati rahmat kematian dan kebangkitan Kristus. Namun seperti orang-orang yang kagum kepada Yesus, sebagaimana dikatakan dalam Injil hari ini, demikian juga renungan kita kemarin, kita harus dan berani mendengarkan suara nada sumbang dan perlawanan dalam setiap gerak langkah hidup kita.
Kembali bacaan dari Kitab Yeremia menuliskan: 'aku seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih, aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku: marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!'.
            Nada sumbang bagaimana yang sering kita dengar dalam keseharian kita, terlebih di tempat kita bekerja?
 
Oratio :
Yesus, kembali Engkau mengingatkan kami agar kami setia selalu dalam mengikuti Engkau; buatlah kami tabah hati seperti Engkau sendiri.
Semoga segala kepandaian dan pengetahuan yang kami miliki menjadi pendukung dan penopang hidup kami, dan bukannya hidup kami yang mengabdi pada kepandaian dan dan pengetahuan.
 
Contemplatio :
Aku datang untuk melaksanakan kehendakMu,  ya Tuhan.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening