Sabtu Prapaskah V

16 April 2011
Yeh 37: 21-28  +  Mzm   +  Yoh 11: 45-56
 
 
Lectio :
Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.
Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita."
Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa." Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.
Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?"
 
Meditatio :
'Banyak di antara orang-orang Yahudi, yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya'. 
Itulah kenyataan social yang terjadi pada waktu itu, semakin hari semakin banyak orang yang percaya kepada Yesus. Orang baru ini menarik perhatian banyak orang. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: 'apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mukjizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita'.
Apakah kegelihan mereka ini karena kecemburuan social? Bisa jadi, bahkan kemungkinan besar, benar! Dengan semakin banyak orang percaya kepada Yesus, maka makin banyaklah orang mengikuti Dia, sebaliknya semakin sedikitlah para pengikut agama Yahudi. Dengan semakin sedikit jumlah penganut agama, semakin sedikitlah mereka yang akan pergi dan memanfaatkan bait Allah, semakin lemahlah mereka sebagai kekuatan social. Komunitas yang lemah memudahkan para penguasa bertindak intervensi terhadapnya, bahkan menghancurkannya. Apakah bangsa Roma akan bertindak semacam itu? De facto, itulah ketakutan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi.
'Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf', tegas Kayafas, seorang Imam Besar pada tahun itu, 'bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa'. Ucapan Kayafas ini sepertinya menguatkan, meneguhkan dan memberikan kekuatan hokum kepada orang-orang Yahudi yang memang semakin menaruh kemarahan dan kejengkelan kepadaNya.
SaatNya sudah dekat! Yohanes dalam Injilnya menegaskan bahwa semuanya ini terjadi karena kehendak Allah. Program keselamatan Allah sebentar lagi hendak mencapai puncaknya. Kehendak Allah disuarakan melalui orang-orang, yang melawan Putera yang diutusNya. Hal itu dikatakan oleh Kayafas, bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Penegasan Kayafas boleh kita lihat sebagai pemberitahuan, yang memang tidak bisa ditunda-tunda lagi, bahwasannya kehendak Allah segera terlaksana mencapai puncaknya.
Genderang pengejaran segera dimulai, lembaga resmi menginstruksikan; 'mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia'.  Yesus masuk dalam DPO! Kalau dikabarkan 'Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya',  bukanlah Dia melarikan diri, melainkan Dia menentukan hari yang tepat, sebagai Anak Domba Paskah.
Hari pemuliaanNya sebentar lagi tiba! Dia akan ditinggikan, dan 'apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku' (Yoh 12: 32). Dia akan menarik semua orang dan menyatukannya sebagai umat milikNya sendiri. Itulah kehendak Tuhan Yesus, dan benarlah yang disabdakan Tuhan sendiri dalam Kitab Yehezkiel, bahwasannya:
'Aku menjemput orang Israel dari tengah bangga-bangsa, ke mana mereka pergi;
Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka.
Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya;
Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya.
Hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia.
Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub'.
 
Oratio :
Yesus, saatMu hampir tiba! Sebentar lagi kami akan merayakan hari pemuliaanMu, semoga dengan perayaan ini kami semakin berani datang kepadaMu; Engkau menarik dan menarik kami, ya Tuhan, ajarilah kami untuk semakin berani membuka diri dan berserah kepadaMu, dan teguhkanlah kami untuk juga berani memberikan diri kepada sesame kami, sebagai bukti nyata pemberian diri kami kepadaMu.
Yesus, teguhkanlah saudara-saudari kami yang sampai hari ini masih enggan untuk datang kepadaMu, karena daya tarik dunia yang menyenangkan ini.
 
Contemplatio :
SaatKu sudah tiba
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening