Selasa Prapaskah V

12 April 2011
Bil 21: 4-9 +  Mzm 102  +  Yoh 8: 21-30
 
 
Lectio :
Yesus berkata kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang." Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?"
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."
Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia." Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.
Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."
 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.
 
Meditatio :
'Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang'.
Pergi tanpa tujuan memang sulit didapatkan, sebab seseorang berkeliaran ke mana dia melangkahkan kakinya, ke mana angin meniupnya, ke situlah dia melangkahkan derap kakinya. Namun tidaklah demikian pada jaman sekarang ini dengan adanya peralatan elektronik. Penyataan Yesus: 'ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang' adalah sebuah penyataan yang aneh. Benarlah komentar dan tanggapan orang-orang Yahudi: 'apakah Ia mau bunuh diri', sebab memang mau kemana Dia pergi? Ke alam maut kah? Ke neraka tempat yang ditakuti banyak orang, dan kiranya dengan akal sehat, tak ada orang yang mau diajak ke sana dengan bunuh diri.
'Ke tempat Aku pergi, pasti kamu tidak mungkin datang!', karena 'kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini'. Asal-muasal yang berbeda dan bahkan berlawanan itulah,  yang menjadi alasan kenapa tidak ada titik temu, dan bahwasannya kita tidak bisa datang kepadaNya.
'Karena itu, kamu akan mati dalam dosamu', karena dunia itu tidak kekal, dunia itu fana, dan dunia itu dikuasai dosa; 'jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu'. Penyataan Yesus ini membuka peluang kepada setiap orang, kepada kita semua, untuk dapat bertemu dengan Dia dan berkumpul bersatu dengan Dia kembali, yakni kalau kita berani percaya kepadaNya, sebab seseorang percaya berarti dan otomatis akan melakukan kehendak Dia yang dipercayainya. Sebab  Dia telah mati, dan 'kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah' (Rom  6: 10); kematianNya adalah kurban penebusan yang berlaku dari kekal sampai selama-lamanya. Penyataan ini mengundang kita untuk berani terus-menerus datang dan datang kepadaNya. Masa Prapaskah mengingatkan kita untuk datang kepadaNya, karena memang Dia telah wafat demi keselamatan kita.
'Wafat demi keselamatan kita' berarti Dia secara sengaja mau dan berani mati, dan bukan bunuh diri; melainkan dengan sukarela Dia menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umatNya. Semuanya itu terjadi ketika Dia ditinggikan di kayu salib!  Dan benarlah, yang disabdakanNya sendiri: 'apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya'.  Pada saat itulah, Yesus sang Anak Domba Allah menampakkan kemuliaanNya, dan semua orang yang memandang dan percaya kepadaNya akan beroleh keselamatan.
Dia, sang Putera Allah, 'yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan' (Mat 21: 24) itu, secara sengaja dipakai dan dipasang oleh Allah, dan Dia pun 'dijadikan' ular, yang pernah menjatuhkan manusia dalam dosa (Kej 3: 1-19), kini dipasang dan dipakai Allah untuk menyelamatkan umatNya, sebagaimana dikatakan dalam bacaan kitab Bilangan tadi: 'buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup', 'hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita'.
Inilah misteri iman kita!
 
Oratio :
Ya Yesus, rahmatilah kami dengan RohMu agar kami dengan setia memandang Engkau dalam setiap tugas dan pekerjaan kami, terlebih bila kami menghadapi kesulitan dan kesusahan. Bahkan, kami mampu melihat kehadiran wajahMu dalam diri sesame kami, yang kami jumpai dalam hidup sehari-hari.
 
Contemplatio :
Cen tek hao siang Ni, Yesu*
 
 
 
*Zhen de hao xiang Ni Yesu Jidu, aku percaya kepadaMu, ya Yesus Kristus,
sebuah ungkapan yang digemari teman-teman kami dari Blien Dung An
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening