Senin dalam Oktaf Paskah

25 April 2011
Kis 14: 14. 22-32  +  Mzm 16  +  Mat 28: 8-15
 
 
 
Lectio :
Pergilah segera Maria Magdalena dan Maria yang lain dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.
 
Meditatio :
'Pergilah segera Maria Magdalena dan Maria yang lain dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus'.
Itulah keberanian kedua perempuan yang telah melihat dan mendengar apa yang diwartakan malaikat kepada mereka, mereka takut, tetapi bukan dalam arti seperti 'penjaga-penjaga yang gentar ketakutan dan seperti orang-orang mati itu'; ketakutan yang dimaksudkan kedua perempuan itu adalah kekaguman dan keberundukkan diri di hadapan kuasa agung dan dashyat, karena memang perasaan mereka itu kagum dan bangga, tetapi yang ada di depan mereka ini bukanlah seperti sebuh peristiwa yang sering terjadi dalam keseharian mereka, mereka menjadi  'takut dan sukacita yang besar' karena peristiwa yang adikodrati itu. Mereka malahan 'berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus', mereka mau berbagi cerita, berbagi kasih atas pengalaman yang indah itu kepada para muridNya.
Mewartakan Yesus yang bangkit memang adalah kehendak Tuhan Yesus, bukan saja kemauan malaikat yang mendapati mereka. Dalam perjalanan pulang, mereka mendapatkan ketegasan dari Yesus yang menampakkan diri kepada mereka. 'Salam bagimu', sapa Yesus kepada mereka, 'jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku'. Yesus mengundang semua muridNya untuk berkumpul di Galilea, tempat di mana mereka dahulu hidup dan berkarya, dan Yesus tidak mengundang mereka datang ke kubur, tempat kematian, tempat  tiada kehidupan. Inilah Paskah, yang membuat hidup semakin hidup!
'Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur, dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa'.
Inilah kebohongan publik seperti yang pernah kita dengar dalam dunia politik di tengah-tengah negara kita kali lalu. Ketakutan akan kebenaran membuat  imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi kuatir dan gelisah, tak ubahnya dengan 'penjaga-penjaga yang gentar ketakutan dan seperti orang-orang mati itu'. Tindakan dan perbuatan mereka, bukannya mengamini kematian dan kebangkitan sang Pemberi hidup, malahan memperlemah daya tahan mereka sendiri di hadapan Tuhan. Berkat himbauan mereka, 'tersiar kabar memang bahwa jenasah Yesus dicuri para muridNya dan dipercayai banyak orang Yahudi sampai sekarang ini'. Namun semuanya itu tidak mengubah maksud Allah yang hendak menyelamatkan umatNya. Petrus, sebagaimana kita dengar dalam Kisah Para Rasul tadi, tak henti-hentinya meyakinkan umat Allah bahwa kematian Kristus adalah kehendak Allah, dan Allah Bapa sendiri yang membangkitkan PuteraNya menjadi tebusan bagi semua orang.
 Petrus berdiri dengan suara nyaring berkata: 'hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini, bahwasannya Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi'.
Yesus baru saja bangkit dan mengalahkan kuasa kegelapan, tetapi dihadang orang-orang yang berkata-kata tidak benar dan menyatakan kebohongan publik. Pembinasaan Kristus atas kuasa kegelapan dan maut tidaklah berarti melumpuhkan kesehatan jiwa badan setiap orang, karena Dia menciptakan segala-galanya baik adanya.
Bagaimana?
 
Oratio :
Kristus yang bangkit dan hidup, Engkau mengundang setiap orang untuk ambil bagian dalam karya penyelamatanMu, malahan Engkau ajak untuk berani berbagi rasa sebagaimana dicontohkan kedua perempuan saudari-saudari kami. Mereka memang perempuan-perempuan pemberani yang tidak mencari kesenangan dan keselamatan diri. Semoga perayaan Paskah semakin membuat  kami berani berkata-kata tentang kebenaran, dan menyatakannya kepada orang lain apa yang kami lihat, dan apa yang kami dengar, dan kami rasakan.
 
Contemplatio :
            Aku wartakan karya agungMu Tuhan, bahwa Engkau sungguh bangkit!
            Alleluya, Alleluya.
 
 
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening