Senin dalam Pekan Suci

18 April 2011
Yes 42: 1-7  +  Mzm 27  +  Yoh 12: 1-11
 
 
Lectio :
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."
Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.
 
Meditatio :
'Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus'.
Yesus mendapatkan penghormatan dari keluarga di Betania. Penghormatan apa? Yesus dipestakan, karena memang 'perjamuan itu diadakan untuk Dia'. Intensinya amat jelas. Keluarga Betania bersyukur kepada Tuhan Yesus, karena memang Dia telah membuat segala yang baik; Yesus telah menganugerahkan mukjizat yang indah bagi keluarga mereka. Hanya saja, bagaimana cara mereka mengadakan perjamuan, tidaklah kita mengerti, sebab pernyataan 'salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus', cukup menganjal; mengapa Lazarus disebut demikian? Bukankah perjamuan itu pesta keluarga, sudah sewajarnya dan seharusnya segenap anggota keluarga hadir? Apakah secara sengaja memang hendak menunjukkan bahwa Lazarus, yang pernah dibangkitkan itu, tetap hidup sampai sekarang dan menaruh perhatiaan kepadaNya.
'Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu'.
Apa yang dilakukan Maria sekarang ini adalah ungkapan cinta diri kepada Yesus. Bukankah dia pernah dipuji oleh Yesus, karena dia 'telah memilih bagian terbaik yang tak akan diambil daripadanya'. Peristiwa ini persis sama dengan yang diceritakan Matius (Mat 26) dan Markus (Mrk 14); apakah adanya perbedaan dalam cerita ini menunjukkan terbatasnya daya ingat mereka bertiga, Mateus, Lukas dan Yohanes; sebab tak disangkal kemampuan sang penulis juga cukup berperan dalam karya penulisan Injil? Kiranya tema kebangkitan lebih menegaskan penceritaan Yohanes sekarang ini. Lazarus dibangkitkan dalam perikop yang amat partial, sedangkan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus dimaksudkan 'untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai' (Yoh 11), maka tidak segan-segan Kayafas berpendapat: lebih baik satu orang mati demi keselamatan banyak orang.
Kiranya komentar orang-orang Farisi: 'jika Dia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa' (Luk 7: 39), juga tidak dapat kita kenakan dalam pengalaman keluarga Betania. Namun tak dapat disangkal, bahwasannya semua orang yang percaya kepadaNya, mendekat akrab dengan Yesus dianggap orang-orang berdosa dan jahat, orang-orang yang tak mengenal hokum Taurat dan terkutuk (Yoh 7: 48-49).
'Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?', komentar Yudas Iskariot, yang dikatakannya, bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Yudas memang orang jahat sebelum tampil sebagai seorang pengkhianat; dia adalah seorang murid yang jahat; Yesus tidak menolak seorang murid yang jahat!
'Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku', tegas Yesus, penegasan Yesus memastikan bahwa Dia akan dibunuh, mati dan dimakamkan. Kematian Yesus sudah di ambang pintu. Mengikuti Yesus berarti harus berani menerima kematianNya, dan bahkan mati bersama Dia. Lazarus pun akhirnya dimasukkan dalam DPO, 'karena dia banyak orang Yahudi percaya kepada Yesus'. Inilah Prapaskah! Menerima Dia yang mati di kayu salib terasa lebih berat dari pada pelayanan terhadap sesame. Teguran Yesus: 'orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu' mengajak kita agar intense kita dalam pelayanan terhadap sesame adalah pelayanan terhadap Kristus sendiri.
Bacaan dari Kitab Yesaya mengaskan kepada kita siapakah Yesus itu; Dia adalah Mesias yang sesuai denan kehendak Allah, dan bukannya sesuai dengan gambaran manusia.
'Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan.
Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya'.
 
Oratio :
Yesus, kunjunganMu kepada keluarga Betania memberi peneguhan kepada mereka bahwa Engkau sungguh-sungguh mengasihi mereka. Engkau juga mengingatkan kami agar perhatian kami hanya terarah kepadaMu sebagai sang Empunya keselamatan. Semoga berkat pekan suci ini, kami semakin berani mengasihi Engkau, sehingga pelayanan kami terhadap sesame semakin hari semakin tumbuh dan berkembang, karena kami menemukan kehadiranMu dalam diri mereka.
 
Contemplatio :
Mengikuti Yesus keputusanku.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening