Senin Prapaskah V

11 April 2011
Dan 11: 41-62 +  Mzm 23  +  Yoh 8: 1-11
 
 
Lectio :
Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
 
Meditatio :
'Guru, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?'.
Sebuah pertanyaan yang diajukan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang membawa kepada Yesus seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Pertanyaan yang sepertinya ingin menjebak dan memojokkanNya, karena kalau memang mereka serius ingin menanyakannya, pastilah tidak di hadapan banyak orang yang mendengarkan pengajaranNya, apalagi mereka itu orang-orang yang tahu banyak tentang Kitab Suci.
'Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya'. Seandainya Yesus menyetujui mereka merajam perempuan itu, mereka akan berteriak dan mengatasnamakan hokum cinta kasih, sebagaimana diajarkanNya sendiri; sebaliknya bila Yesus membebaskan perempuan itu, mereka pun pasti juga berteriak-teriak atas nama kesucian dan kesalehan hidup. Yesus tahu bahwa mereka mencobaiNya, maka Dia tidak bertanya-tanya dan tidak mengorek-orek peristiwa menyangkut perempuan itu, seperti kapan semuanya itu terjadi, di mana lelaki temannya berbuat zinah.
Orang-orang yang tahu Kitab Suci dan duduk di kursi Musa ini juga ternyata hanya berani dengan kaum perempuan; mereka memperdaya kaum lemah; mengapa mereka tidak berani membawa laki-laki, si hidung belang, dalam kasus yang mereka ajukan, bukankah dalam perzinahan kedua orang harus dihukum? 'Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu' (Im 20: 10). Dewasa ini, lagi-lagi perempuan sering menjadi sasaran tindak kejahatan, sejauhmana Negara memberikan porsi kepada KDRT, sejauhmana Negara berani membela teman-teman kita TKW?
'Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah', sepertinya Dia tidak memperhatikan mereka; dan tulisan apa yang dicoretkan pada tanah, tidak diceritakan. Ketika  mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: 'barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu'. Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Penyataaan Yesus tidak memberi jawaban atas pertanyaan mereka; penyataan Yesus malahan membuka persoalan baru yang menampar semua orang yang hadir. 'Setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua'. Semua meninggalkan perempuan itu satu per satu, dan tidak ada yang melemparinya. 'Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya', tetapi Dia juga tidak melempari perempuan itu, malahan Dia bangkit berdiri dan berkata kepadanya: 'hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?'.
'Aku pun tidak menghukum engkau', tegas Yesus kepada perempuan itu. 'Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang'. Kristus Yesus memang datang untuk mencari mereka yang hilang, tetapi bukan untuk menghukum mereka, melainkan untuk menyelamatkan.
 
Oratio :
Ya Yesus, semoga kami mempunyai hati pengampun seperti Engkau sendiri. Semoga semangat Prapaskah ini semakin menjadi semangat kami dalam perhatian terhadap sesame.
Yesus, semoga Engkau juga memberi penghiburan secara khusus bagi saudari-saudari kami yang sempat menerima pengalaman pahit sebagai TKW dan kini kurang mendapat perhatian dari sesame. Yesus, semoga Engkau sendiri menjadi sukacita bagi mereka.
'Mereka memuji Allah yang menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya'; kiranya sabdaMu, sebagaimana tersurat dalam Kitab nabi Daniel (Dan 13) ini, menjadi peneguhan bagi saudari-saudari kami semua.
 
Contemplatio :
Kristus, Engkaulah Pengampun yang rahim dan belaskasihMu tak terhingga.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening