Jumat Paskah II

6 Mei 2011
Kis 5: 34-42  +  Mzm 27  +  Yoh 6: 1-15
 
 
 
Lectio :
Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
 Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia." Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.
 
Meditatio :
'Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?'
Pertanyaan Yesus ini dilemparkan kepada Filipus, ketika melihat orang banyak berbondong-bondong datang kepada, tetapi hal itu dimaksud untuk mencobainya, sebab Yesus sendiri tahu, apa yang hendak dilakukanNya. Jawab Filipus kepada-Nya: 'roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja'. Komentar Filipus ini berdasarkan kenyataan, karena memang dilihatnya begitu banyaknya orang yang berkumpul, bagaimana semua ini dapat terlayani dengan baik, dan berapa banyak uang yang diperlukan?
'Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?'
Entah apa maksud pernyataan Andreas ini, apakah dia tidak mendengarkan dan tidak mengerti komentar Filipus tadi? Apakah Andreas merasa bahwa Yesus mampu mengadakan mukjizat? Apakah memang sengaja Andreas dipakai Yesus untuk membuka pengenalan akan diriNya
'Suruhlah orang-orang itu duduk', kata Yesus. Duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Kita dapat membayangkan jumlah sebanyak itu. Pasti ada  banyak kaum perempuan dan anak-anak, tetapi sekali lagi dunia patriakhi tidak memperhitungkan mereka. Maafkan kami. Dan semua orang sepertinya begitu taat kepada para murid Yesus. Kiranya rasa lapar mereka semakin membuat mereka merunduk di hadapanNya, ketika mereka diminta duduk di rerumputan.
Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
Yesus menggunakan kesempatan yang ditawarkan Andreas muridNya tadi. Bagaimana peristiwa itu terjadi, tidak dilukiskan. Namun yang jelas dari jumlah roti dan ikan yang amat-amat terbatas itu dipergandakanlah semua itu, lalu dibagikan kepada semua orang yang hadiri di situ; dan 'mereka semua makan sampai kenyang'.  Mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Sisa roti dan ikan perlu dicatat kiranya guna menunjukkan bahwa semuanya terjadi secara melimpah-ruah; tentunya tidak tercatat sejumlah roti yang sempat mereka bungkus untuk bekal perjalanan pulang mereka masing-masing.
'Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia'.
Itulah komentar orang-orang ketika melihat mukjizat yang telah diadakan-Nya. Sangat menyenangkan mempunyai seorang Raja yang sakti  dan murah hati seperti ini. Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. Yesus datang bukan untuk menjadi raja. Dia datang juga tidak ingin mencari pujian dan balaskasih. Yesus pun tidak ingin mendapatkan para pengikut yang demikian, mereka 'yang mau mengikut Aku, malahan harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku' (Mat 16: 24). Yesus sepertinya tidak mau ngopeni (Jw: memperhatikan dan merawat) orang-orang yang bangga akan mukjizat-mukjizat yang dikerjakan Yesus.
Kisah Para Rasul memberikan gambaran tentang orang-orang yang hendak mengikuti Kristus, pertama, bahwasannya Allah akan membantu mereka, sebagaimana dilakukanNya melalui seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang dengan tegas mengingatkan: 'hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah'.
Kedua, mereka harus berani menerima tantangan dan rintangan, bahkan tetap merasa 'gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus'.
Tak dapat disangkal memang banyak teman-teman kita yang suka lagu sorak-sorai dan tepuk tangan, dengan iringan music pop-rock, adanya aneka mukjizat dan sukacita ala gunung Tabor, tetapi ketika diminta masuk dalam bukit Zaitun semua pergi dengan aneka alasan.
 
Oratio :
Yesus, Engkau mengajarkan keselamatan kepada para muridMu, namun Engkau memukau mereka dengan aneka mukjizat. Semoga kami setia dalam perjumpaan dengan Dikau, terlebih bila Engkau mengajak kami pergi ke bukit Zaitun untuk berdoa dan berdoa.
 
Contemplatio :
            Dia ini sungguh-sungguh Kristus yang bangkit dan hidup.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening