Jumat Paskah III

13 Mei 2011
Kis 9: 1-20  +  Mzm 117  +  Yoh 6: 52-59
 
 
 
Lectio :
Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."
Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.
 
Meditatio :
'Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan?'
Begitulah pertengkaran antara orang-orang Yahudi; tampak nyata bahwa di antara mereka, ada yang mengakui kebenaran yang disampaikan Yesus dan ada pula yang menolaknya. 'Roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'. Apakah Ia akan memberikan daging-Nya untuk dimakan? Jeruk makan jeruk?
Yesus malahan menegaskan kepada mereka, dan kepada kita semua: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu'. Yang dimaksudkan Yesus dengan 'hidup' adalah, pertama,  yakni hidup kekal, sebab 'barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman', dan, kedua,  hidup bersama dengan Dia, sebab 'barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, Aku di dalam dia dan ia tinggal di dalam Aku'; artinya, dia akan hidup dan berkarya, dan dijiwai dan disemangati oleh Krisus sendiri, 'bukan lagi dia yang hidup dalam dirinya, melainkan Kristuslah yang hidup dalam dirinya' (Gal 2: 20), 'sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku'. Orang Yang hidup semacam inilah yang telah menghayati hidup mistik, hidup bersatu dengan Kristus sendiri. Dia bukan lagi sebatang kayu api, melainkan telah menjadi sebuah bara api, karena dia telah dimakan dan diliputi oleh api, kata santo Yohanes dari Salib.
'Daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman' tegas Yesus. Daging atau Tubuh dan Darah Kristus bukanlah lambang, dan bukanlah symbol; TubuhNya benar-benar makanan dan DarahNya minuman yang dapat dinikmati oleh setiap orang. Daging dan Darah Kristus itulah yang disebutNya tadi 'roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati', karena memang hanyalah 'seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi' (Kel 16: 14-17).
Yesus adalah Roti Hidup, makanan yang bergizi tinggi, karena memberi keselamatan dan hidup kekal; karena itu 'barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya'.
Kisah Para Rasul menceritakan pengalaman yang amat menarik, pengalaman hidup. Pengalaman pertobatan seorang Saulus menjadi Paulus itu bagaikan sebatang kayu yang amat basah, -'hati Saulus yang berkobar-kobar itu mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan'-, yang bertentangan dan berlawanan dengan api, -'demikia juga betapa banyaknya kejahatan yang dilakukan Saulus terhadap orang-orang kudus-Mu, dan bahkan menganiaya Aku (Engkau)'-, namun kini dimakan api. Tentunya amat menyakitkan dilahap oleh Api, -'betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku'-,  sekarang dia telah dimakan dan diliputi oleh Api, -'dia telah dibaptis, penuh Roh Kudus dan dialah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel, dan memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah'-, kini dia telah menjadi sebuah bara api.
Bagaimana usaha kita agar kita pun dikuasai Kristus yang bangkit dan hidup?  Terbakar oleh cinta itu memang menyelamatkan!
 
Oratio :
Yesus, kuasailah hidup kami ini dengan kasihMu, sebab tak jarang kami lebih bertindak dan bersikap yang tidak bedanya dengan dunia, kami bukannya berusaha menjadi seperti Engkau, malahan kami cenderung menjadi dunia.
Yesus buatlah kami semakin setia menikmati Roti Hidup, agar kami boleh menikmati kehidupan kekal. Demikian juga, buatlah saudara-saudari kami yang sakit parah semoga mereka semakin merindukan santapan surgawi, buah hasil penebusanMu sendiri. Yesus berkatilah mereka selalu.
 
Contemplatio :
            Yesus, tinggallah dalam hati dan budi kami.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening