Jumat Paskah V

27 Mei 2011
Kis 15: 22-31  +  Mzm 57  +  Yoh 15: 12-17
 
 
 
Lectio :
Sabda Yesus : "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
 
Meditatio :
'Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu'.
Yesus meminta kita untuk saling mengasihi satu sama lain, bukan seperti kita mengasihi diri sendiri (Mat 22: 39), melainkan seperti Dia sendiri telah mengasihi kita. Apa tidak sama kasihNya?  Tidak!  Kasih kita seringkali pamrih, demi kenyamanan dan keselamatan diri, sebatas kemauan diri sendiri. Sedangkan kasih Yesus lebih besar dari segala-galanya dan mengatasi segala. Kasih Yesus adalah 'kasih yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya'. Mengasihi sesame sebatas seperti mengasihi diri sendiri saja terasa sulit dan menuntut perjuangan, terlebih lagi mengasihi seperti kasihNya. Semuanya itu pasti bisa kita lakukan, karena Yesus tidak berdiam diri. Dia pasti membantu dan membantu kita, umat yang dikasihiNya. Yesus meminta kita melakukan, karena Dia tahu bahwa kita mampu melaksanakannya.
'Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu'.
Anugerah yang luhur dan mulia akan kita terima, kalau kita saling mengasihi, sebagaimana diperintahkanNya kepada kita. DijadikanNya sebagai seorang sahabat berarti suatu kehormatan yang luar biasa. Ini kemauan Tuhan! Karena itu tadi Yesus mengatakan juga: 'bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu'.
Amatlah baik kalau kita menggunakan kesempatan ini, sebab kita bukan lagi seorang hamba, yang dinomerduakanNya, melainkan sahabat, yang dinomersatukan daripada ciptaan lainnya. 'Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku'. Segala maksud dan kehendak Allah, bahkan misteri kehadiranNya akan kita mengerti, dan ' segala apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu'. Doa-doa dan permohonan kita akan mendapatkan perhatian dan dikabulkan.
'Inilah perintah-Ku kepadamu: kasihilah seorang akan yang lain'. Kita diminta untuk berani berbagi kasih!
Sejauhmana kita berani berbagi kasih dengan sesame? Seberapa jauh kita berani menerima keberadaan sesame apa adanya, tanpa tuntutan dan idealisme, sebagaimana kita renungkan kemarin? Malahan kita harus berani menghargai sesame yang lemah, seperti Dia juga menganggap dan menyebut kita sahabat-sahabatNya.
Barnabas dan Paulus, Yudas dan Silas dalam Gereja perdana, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi, sudah dikategorikan sebagai 'orang-orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus'. Jaman dan keadaan mungkin menuntut demikian. Namun kiranya kasih yang mempertaruhkan nyawa bagi sahabat-sahabatnya tetap menjadi pola hidup bagi setiap orang yang mengikutiNya. Dalam konteks pergaulan sehari-hari, mungkin makna penyerahan diri dan mempertaruhkan nyawa tidak lagi harus menumpahkan darah.
Namun saya siap Tuhan, saya siap!
 
Oratio :
Yesus Kristus, ajarilah kami untuk berani tinggal dalam kasihMu, sehingga sukacita dan kemuliaan yang Engkau nikmati boleh kami nikmati selalu. Amin.
 
Contemplatio :
            Yesus, Engkaulah Sahabatku.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening