Kamis Paskah II

5 Mei 2011
Kis 5: 27-33  +  Mzm 34  +  Yoh 3: 31-36
 
 
 
Lectio :
Berkatalah Yohanes Pembaptis: "siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.
Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."
 
Meditatio :
'Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya'.
Inilah pernyataan yang diberikan Yohanes Pembaptis tentang Yesus. Yesus berasal dari atas, maka Dia mengatasi segala, sedangkan kita yang berasal dari bawah, dari bumi ini, amat terikat dengan gaya dan penampilan dari bumi ini. Pernyataan Yohanes hendak membedakan siapakah Yesus dan siapakah kita semua ini.
'Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas'.
Ternyata tidak semua yang diajarkan oleh Yesus itu didengar dan dinikmati oleh orang-orang. Mereka  yang mendengar dan menerima pengajaranNya akan percaya kepada Allah, karena segala isi pengajaranNya itu berisi tentang kebenaran Allah; Yohanes berkata demikian, karena memang Dia tahu benar siapakah Yesus itu, karena itu, 'barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal', sebaliknya mereka yang tidak percaya dan 'tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya'. Semuanya itu bisa terjadi, karena 'Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya'.
Apa yang dapat kita buat?
Percaya kepada Kristus Yesus, dan tidak ada yang lain! Karena memang Allah Bapa telah mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.
Pengalaman para Rasul memberi inspirasi kepada kita: bagaimana kepercayaan mereka  membuat diri mereka berani berkata-kata tentang Dia, dan tidak ada yang lain, dan dalam menghadapi pelbagai tantangan dengan tegas, mereka berseru: 'kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia'.
Adakah kepercayaan dan iman membuat diri kita semakin berani membawa bendera kristiani dalam setiap langkah kegiatan kita, seperti para Rasul,  atau malahan bendera tidak kita pertontonkan dan baju pun berwarna-warni, dengan maksud agar kita tidak kentara bila berdiri di taman atau keramaian kota?
 
Oratio :
Yesus, ajarilah kami semakin hari semakin percaya kepadaMu. Semoga hati kamu sungguh-sungguh menaruh harapan hanya kepadaMu. Yesus, tambahkanlah iman kami kepadaMu. Semoga iman kami sungguh-sungguh menjadi warna hidup kami sehari-hari.
 
Contemplatio :
            Kristuslah yang hidup dalam diriku.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening