Kamis Paskah III

12 Mei 2011
Kis 8: 26-40  +  Mzm 66  +  Yoh 6: 44-51
 
 
 
Lectio :
'Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku', kata Yesus kepada para muridNya, 'jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'.
 
Meditatio :
'Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku',
Penyataan Yesus ini amat menantang para muridNya, orang-orang yang mendengarNya, termasuk kita semua. Sebab sebelumnya, Yesus mengundang setiap orang untuk berani datang dan percaya kepadaNya. Namun kini, ditegaskan bahwa tidak ada orang yang datang, 'jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku'. Ini misteri iman, bahwasanya: kedatangan banyak orang untuk mendengarkan Yesus adalah atas kemauan Tuhan. Ditarik oleh Allah! tetapi tidaklah berarti bahwa Allah memaksa banyak orang datang kepadaNya. Ditarik oleh Allah berarti Allah memberi kesempatan dan peluang  dan kesempatan, bahkan diberi kemudahan kepada setiap orang untuk datang kepadaNya. Allah memanggil dan memanggil, dan kita manusia diminta memberi tanggapan.
Kitab nabi-nabi mencatat: 'mereka semua akan diajar oleh Allah; dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku'. Pernyataan ini amat jelas,  bahwa banyak orang akan datang dan bersembah sujud kepada Allah, setelah  mereka mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, mereka mendengar dan menerima pengajaran tentang Kitab Suci. Pengenalan mereka akan Kitab Suci, akan Allah, membuat mereka merindukan dan memberanikan diri datang kepadaNya. Tidak kenal tidak sayang.
Pengenalan akan Kitab Suci membuat orang mengenal Allah, mengenal suaraNya, mengenal kehendakNya. Inilah iman akan kehendakNya, bukan berdasarkan penglihatan; karena itu Yesus juga menegaskan bahwa 'yang menerima pengajaran dari Bapa itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa'. Iman inilah yang mendatangkan keselamatan. 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal,  dan akan Kubangkitkan pada akhir zaman'.
'Akulah roti hidup'.
Yesus menegaskan lagi bahwa Dialah Roti hidup. Kalau kemarin pernyataanNya: 'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi' lebih hendak menyatakan bahwa Dialah yang dibutuhkan umatNya, barangsiapa percaya akan beroleh keselamatan; hari ini Yesus menyatakan bahwa Dialah memang Roti Hidup yang memberi keselamatan abadi, dan bukan seperti roti yang diminta oleh Musa, 'yang hanya seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi' (Kel 16: 14-17). Karena itu, Yesus tadi menegaskan: 'nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'.
Tuhan Allah yang menghendaki pertobatan 'seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia'; Allah menawarkan dan menawarkan, Allah memberi kesempatan dan peluang kepadanya untuk menikmati keselamatan; dan dia pun menanggapinya, katanya 'lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?, sebab aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah'. Sida-sida, yang bukan termasuk umat pilihan Allah ini, menanggapi kehendak baik dari Allah yang mau menyematkan dirinya, dan dia percaya kepada Yesus Kristus, yang 'bagaikan seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi'.
 
Tanggapan kita tentunya harus lebih dari sang bendahara dari Kandake itu, karena rahmat penebusan telah mendahului dan meneguhkan kita. Semoga!
 
Oratio :
Yesus, Engkau menarik dan menarik kami ke hadapanMu, agar kami menikmati keselamatanMu. Semoga kami semakin peka mendengar panggilanMu yang menyelamatkan itu; karena memang suaraMulah yang menyelamatkan kami, dan bukan jasa dan kemampuan diri kami.
 
Contemplatio :
            Tariklah aku selalu yang Tuhan Yesus.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening