Kamis Paskah IV

19 Mei 2011
Kis 13: 13-25  +  Mzm 89  +  Yoh 13: 16-20
 
 
 
Lectio :
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."
 
Meditatio :
Dalam karya penyelamatan semua orang diundang untuk terlibat di dalamnya, baik sebatas penikmat keselamatan ataupun ikutserta membaginya. Serendah apapun kemampuan mereka sebagai sang pembagi keselamatan, setiap orang beriman harus berani menerima mereka dengan tangan terbuka. Tak dapat disangkal memang bila 'seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya', namun keluhuran tugas yang mereka emban, mengajak kita untuk berani menerima dan menghormati mereka, sebab  mereka membawakan sabda Tuhan. Tuhan bersabda dalam suara mereka dengan segala keterbatasan dan kelemahan yang mereka miliki, sebab itu 'barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku'.
Tuhan Allah sungguh-sungguh menerima segala kelemahan dan keterbatasan umatNya. Yesus pun tahu dan sadar menegaskan: 'Aku tahu, siapa yang telah Kupilih', bahkan 'orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku', diterima dan disayangiNya. 'Aku mengatakannya kepadamu, supaya kamu percaya, bahwa Akulah Dia'. Sebab Bapa ada dalam Aku, dan Aku ada dalam Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.
Pemahaman seseorang akan sabda ini membuat dirinya untuk tidak berkata lagi: 'aku orang berdosa, maka aku tidak mau mendengar atau melihatNya, dan aku tidak berani datang kepadaNya'. Adalah kebohongan, dan bahkan kekonyolan, bila ada di antara kita yang bertahan dengan ucapan ini. Masa Prapaskah dan Paskah ini mengingatkan kita semua akan hal ini! Ada baiknya juga, kalau kita tidak bertindak sebatas penikmat.
Kalau dalam Kisah para Rasul tadi sempat dikenang kembali keteguhan Yohanes yang mengatakan: 'aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak', janganlah dia dikategorikan sebagai orang yang menjalani kebohongan dan kekonyolan. Yohanes berkata demikian, karena memang dia tahu Siapakah Dia yang datang sesudah dirinya, Dia telah ada sebelum dunia dijadikan (Yoh 1: 10).
 
Oratio :
Yesus, lembutkan hati kami, agar kami mampu merasakan kehadiranMu dalam diri para pewarta sabda keselamatanMu; dan terlebih teguhkanlah mereka ya Tuhan, agar mereka semakin teguh dalam mewartakan kasih dan karuniaMu.
Yesus, sebagaimana Engkau mau menerima kami apa adanya, demikianlah buatlah kami ini sungguh-sungguh berani bermurah hati terhadap sesame kami.
 
Contemplatio :
            Aku dan Bapa adalah satu.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening