Kamis Paskah V

26 Mei 2011
Kis 15: 7-21  +  Mzm 96  +  Yoh 15: 9-11
 
 
 
Lectio :
Sabda Yesus : "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh".
 
Meditatio :
'Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu'.
Yesus tidak hanya menyebut para muridNya sahabat, karena memberitahukan segala yang didengarNya dari Bapa (Yoh 15: 15), melainkan juga kasihNya.  'Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu'. Apa yang dinikmati oleh sang Putera, karena pemberian dan perhatian Bapa, dibagikanNya juga untuk kita semua para muridNya. Semua dimaksudkan agar kita menjadi sempurna seperti Bapa di surge sempurna AdaNya (Mat 5: 48).
'Tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya'. Kalau kita mengasihi sesame kita, bukanlah hanya seperti kita mengasihi diri sendiri, melainkan sebagai Allah telah mengasihi kita, kita akan tinggal dalam kasihNya. Tinggal dalam kasih Yesus tidak dilaksanakan dengan doa dan pujian, bahkan berseru-seru 'Tuhan, Tuhan', melainkan dengan mengikuti perintahNya, mengikuti sabda dan kehendakNya. Yesus menghendaki agar kita semua menjadi sama seperti Dia, berkata-kata dan bertindak sama seperti Dia, mentaati dan melakukan kehendakNya, yang didengarNya dari Bapa, 'seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya'. Semuanya itu diminta Yesus, 'semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh'. Sekali lagi, kemauan Yesus adalah apa yang dinikmatiNya, kita nikmati juga!
Kasih itu menerima orang apa adanya, seperti Tuhan Allah sendiri juga menerima mereka apa adanya; bukannya angan-angan, keinginan, impian dan tuntutan diri yang seringkali penuh egois diri.  Kasih itu pula yang diperjuangkan para Rasul dalam menerima kehadiran orang-orang dari bangsa-bangsa asing, bukan Yahudi. Kalau 'Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?'.
            'Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula. Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah'.
Kasih membuat seseorang berani mengajak orang lain semakin dekat dengan Yesus!
 
 
Oratio :
Yesus Kristus, ajarilah kami untuk berani tinggal dalam kasihMu, sehingga sukacita dan kemuliaan yang Engkau nikmati boleh kami nikmati selalu. Amin.
 
Contemplatio :
            Tinggallah dalam kasihKu.
 
 
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening