Minggu Paskah IV

15 Mei 2011
Kis 2: 14.36-41  +  1Pet 2: 20-25  +  Yoh 10: 1-10
 
 
 
Lectio :
Kata Yesus kepada murid-muridNya: "Aku berkata kepadamu: sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.
Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
 
Meditatio :
Siapakah seorang gembala domba itu?
Pertama, dia adalah seseorang yang masuk kandang domba dengan melalui pintu, sebab 'siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok'. Kedua, seorang gembala yang baik itu selalu 'membukakan pintu bagi domba-domba dan memanggil mereka masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya, tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal'.
Kiranya amat sederhana gambaran Yesus tentang seorang gembala. Suatu kebodohan dan aneh malahan, bila seorang gembala harus memanjat tembok untuk memasuki kandang dombanya sendiri; mengapa harus bertindak seperti itu? Bukankah domba-domba itu miliknya sendiri. Perjumpaan sehari-hari antara sang gembala dan domba-domba membuat mereka saling mengenal satu sama lain.
'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu'.
Penegasan Yesus ini menyatakan bahwa hanya Dialah Pintu kepada domba-domba, tepat sama bahwa Dialah  juga satu-satunya jalan kepada Bapa, dan tidak ada yang lain, sebagaimana pernah disabdakanNya: 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku' (Yoh 14: 6); dalam konteks inilah kiranya sabda: 'semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka', dapat dimengerti.  Entah siapa mereka yang dimaksudkan oleh Yesus, yang pasti bukan para Nabi.
'Akulah pintu', tegas Yesus, 'barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput'.  Yesus memberi jaminan bahwa barangsiapa melalui diriNya akan mendapatkan kenyamanan dan keselamatan, dia akan mendapatkan sesuatu yang didambakan dan diimpikan dalam hidupnya, bagaikan domba-domba yang menemukan padang rumput.
'Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'. Penyataan Yesus menegaskan bahwa Dia datang untuk menyelamatkan dan menyelamatkan umatNya, menyelamatkan dunia, dan bukan untuk menghakiminya (Yoh 3: 17), apalagi seperti 'pencuri, yang datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan''. Dia datang dan memberikan hidup dalam segala kelimpahannya, yang artinya perhatian dan pemberian Tuhan itu membuat orang sungguh-sungguh hidup dengan sukacita dan damai, 'membuat hidup lebih hidup', hidup dengan senang dan tanpa tekanan, hidup sebagai orang yang sungguh bebas dan tercukupinya dengan fasilitas.
Semuanya itu terjadi hanya karena cinta Allah!
Bukan dengan mukjizat, tetapi dengan kurban tebusan!
Surat pertama Petrus menuliskan tadi: 'Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya'. Mengikuti jejakNya itu  seperti kawanan domba yang mengikuti gembalanya. Ia sungguh-sungguh memberi teladan, sebab 'ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu'.
            Dalam Kisah Para Rasul pun Petrus menganjurkan agar kita bertobat dan bertobat, sebagai rasa terima kasih kita kepada Tuhan dan tanda konkrit keikutsertaan dalam karya penebusan, sebagaimana dijanjikanNya sendiri kepada kita. Kata Petrus: 'bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita'.
Hari ini adalah Hari Minggu Panggilan!
Panggilan adalah suatu anugerah luhur dan mulia dari Tuhan. Hari ini kita intensikan bagi para gembala kita; mereka telah berkarya dan berkarya. Kiranya mereka semakin setia memimpin dan membimbing kawanan domba ke tempat-tempat yang subur dan menghijau, dengan melalui 'Pintu bagi domba-dombaNya', sebagaimana ditegaskan Kristus sendiri. Gembala yang baik adalah seorang gembala yang menuntun dan mengarahkan domba-dombanya melalui sang Pintu. Gembala yang baik memberi contoh dan teladan: bagaimana masuk dan keluar melalui Pintu bagi domba-dombanya; dia harus mendahului masuk dan keluar melalui Pintu, agar kawanan domba akan mengikutinya.
Kita juga berdoa bagi keluarga-keluarga kristiani, agar mereka dengan rela dan mendukung putera-puteranya menjadi calon-calon gembala untuk GerejaNya, karena Tuhan Yesus sang Gembala utama sendiri, yang akan mendampingi dan memurnikan keinginan dan cita-cita mereka. Keluarga cukuplah memberikan hati.
 
Oratio :
Bapa di surga, dampingilah dan kuasailah para imam, gembala kawanan dombaMu dengan limpahan kasihMu, sehingga berkat kasihMu yang menyelamatkan itu, mereka dengan setia dan tegar berdiri teguh pada Pintu bagi domba-dombaMu, dan siap mengantar mereka ke padang rumput yang hijau.
Ya Yesus, semoga pendampinganMu semakin dirasakan oleh para Seminaris dalam mempersiapkan diri ikutserta dalam karya pastoral Gereja, sehingga mereka benar-benar siap menjadi gembala-gembala kawanan dombaMu yang kudus.
 
Contemplatio :
            Akulah Pintu bagi kawanan domba-dombaKu.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening