Minggu Paskah V

29 Mei 2011
Kis 8: 5-8.14-17  +  1Pet 3: 15-18  +  Yoh 14: 15-21
 
 
 
Lectio :
Sabda Yesus : "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
 
 
Meditatio :
'Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku'.
Kasih itu memang menyatukan. Aku mengasihi kamu dan kamu mengasihi aku, maka apa yang menjadi keinginanmu adalah keinginanku, segala milikku adalah milikmu. Untaian kasih mesra ini juga dapat kita kenakan untuk memahami kehendak Yesus hari ini. 'Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku'. Bagaimana saya tidak melakukan keinginan sang kekasih hatiku? Sang kekasih hatiku pun mengakui: 'barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku'.
Kasih itu menyatukan. Keinginan yang seorang menjadi keinginan bersama. Itulah yang membahagiakan. Dan Yesus pun memberi jaminan: 'barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya'. Kiranya dapat kita rasakan betapa bahagia dan limpah sukacita seseorang yang dikuasai kasih ilahi, seseorang yang 'dikasihi oleh Bapa dan Putera pun akan mengasihinya dan akan menyatakan diri kepadanya'. Allah semakin hari semakin menyatakan diri kepadanya, maka dia akan semakin mengenal Allah! Inilah anugerah luhur dan mulia bagi orang-orang yang mengasihi Allah dan melaksanakan perintah-perintahNya.
'Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran'.
Penyataan Yesus ini harus kita mengerti dalam konteks akhir jaman, karena memang semuanya ini diucapkan sebagai amanat perpisahan Yesus dengan para muridNya. Dia memang akan meninggalkan dunia dan pergi kepada Bapa (Yoh 14: 12), pergi untuk menyediakan tempat bagi kita, karena di rumah Bapa ada banyak tempat, supaya di mana Dia berada di situ pun kita berada (Yoh 14: 2-3). Selama kepergianNya, Dia akan mengutus 'Roh Kebenaran supaya menyertai selama-lamanya', Dia tidak meninggalkan kita 'sebagai yatim piatu'. Dia tidak mengutus seseorang, yang fana dan dimakan waktu, sebagaimana dimengerti banyak orang. Yesus mengutus Roh Allah yang hidup.
Kehadiran Roh KudusNya dapat kita rasakan, karena memang kita telah mengenal Kristus yang mengutusNya, dan Roh Allah itu adalah Roh Kristus sendiri. Karena itu, Yesus tadi menegaskan: 'kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu'; sebaliknya, 'dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia'.  Kehadiran Roh Kudus membuat kita,   pertama, semakin mengenal Kristus, sebagaimana disabdakan tadi: 'kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup', tetapi 'dunia tidak akan melihat Aku lagi', dan   kedua, kita semakin tahu bahwa 'Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu'. Inilah kesatuan dalam Roh. Semuanya terjadi karena kasih Allah! Kasih menyatukan.
Apa yang dapat kita buat?
Kita adalah orang-orang yang mengasihi Kristus, walau kasih kita belum sempurna.
Kita pun adalah orang-orang yang mengalami kehadiran Roh kudus, walau keinginan daging kita masih kuat. Jujur saja!
Kita berjuang dan berjuang, sebagaimana dikatakan Petrus tadi:
 
'Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!
Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.
Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh'.
 
 
Oratio :
Ya Yesus Kristus, semakin limpahkan kasihMu kepada kami, dan tempelkan dan resapkan dalam jiwa kami agar kami sungguh-sungguh merasakan kasihMu yang menyelamatkan itu, sebab hati kami ini keras dan keinginan akan dunia amatlah kuat. Yesus lembutkanlah hati dan budi kami.
 
Contemplatio :
Kuduskan hati ini untuk kami berdoa.
Kuduskan hati ini untuk kami menyembah.
Biarkan segala perkara, kuserahkan padaMu Yesus.
Dan Roh Kudus bekerja membimbing kami semua.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening