Pesta Santo Matias Rasul

 14 Mei 2011
Kis 1: 15-17.20-26  +  Mzm 113  +  Yoh 15: 9-17
 
 
 
Lectio :
Kata Yesus kepada murid-muridNya: "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
 
Meditatio :
'Inilah perintah-Ku kepadamu: kasihilah seorang akan yang lain'.
Perintah mengasihi seorang akan yang lain, perintah supaya saling mengasihi, diminta Yesus kepada kita, sebagaimana Dia telah mengasihi kita, dan bukannya sebatas ' seperti mengasihi diri sendiri' (Mat 19: 19). Sebab 'seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu'.
Sekali lagi bukan seperti mengasihi diri sendiri, yang memang sering ngeman awake dhewe (Jawa: menjaga keselamatan diri sendiri), melainkan 'kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya'. Ini kasih yang agung dan mulia, dan tidak ada kasih yang lebih besar dari pada ini. Inilah kasih Kristus yang menyerahkan diri dan menjadi tebusan bagi seluruh umatNya, dan  kasih seperti ini yang dikehendaki Allah sendiri, ' yang mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya' (1Yoh 4: 9).
Kalau Yesus mengajak kita saling mengasihi satu sama lain, pertama-tama dimaksudkan agar kita 'tinggal di dalam kasihNya' yang agung dan mulia itu, yakni Kristus sendiri. Tinggal dalam kasih Kristus sungguh-sungguh terasa dan baru terjadi bila kita mau melaksanakan kehendakNya, yakni saling mengasihi satu dengan yang lain, sebab hanya dengan demikianlah kita menyatakan dan mengungkapkan kasih Kristus kepada kita. Tinggal dalam kasih Kristus semakin sempurna, tidak hanya dalam doa dan kata-kata, tetapi dalam tindakan dan karya. 
Kedua, Yesus mengajak kita saling mengasihi satu sama lain, agar sukacita Kristus ada dalam diri kita, sebagaimana disabdakanNya: 'supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh'.  Orang yang bersukacita adalah orang yang lepas bebas, tiada ikatan, karena dia dapat mengungkapkan dirinya; bukan untuk kepuasan dirinya sendiri, melainkan dia dapat memberikan sesuatu kepada orang lain. Hanya dalam kasih, kita dapat memberi dan memberikan diri kepada orang lain.
'Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu'.
Suatu penghormatan yang luar biasa, seseorang disebut sebagai sahabat. Penyebutan sahabat berarti penyetaraan. Kita sama, aku dan kamu sama. Kita disebut sahabatNya kalau kita melakukan kehendak dan kemauanNya, perintah-perintahNya; semua ini dimaksudkan agar kita selalu tinggal di dalam Dia. Kita setara dengan Dia.  'Aku menyebut kamu sahabat, bukan hamba, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku'. Segala yang dikehendaki Bapa dan Dia lakukan, demikian pula hendaknya kita melakukannya.
Yesus tidak membeda-bedakan, Aku dan kamu; hanya saja dengan jujur, kita harus berani mengakui 'Dialah Putera sulung di antara banyak saudara' (Rom 8: 29), di antara kita semua.
Panggilan sahabat adalah kemauan Yesus sendiri, karena Dia tidak mau mengadakan pembedaan dengan diriNya. Semuanya adalah kehendakNya, karena itu Yesus menegaskan: 'bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu'. Semua yang diperintahkanNya kepada kita hari ini dimaksudkan agar kita  semakin tinggal dalam kasihNya, dan terungkapnya sukacita jiwa, sebagaimana dikatakanNya, bahwa: 'Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu'. Kesetiaan akan perintah-perintahNya mendatangkan berkat bagi kita dan sesame.
Hari ini pesta Rasul Matias. Bila kita runtut, keterpilihan sang Rasul bungsu adalah kehendak Allah sendiri, sebab sebagaimana tertulis dalam nas Kitab Suci, 'jabatan Yudas biarlah diambil orang lain', dan para Rasul pun mengusulkan: 'agar seseorang yang ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya'. Kepada Matias pun kiranya Yesus berkata: 'bukan kamu yang memilih Aku, melainkan Akulah yang memilih kamu', Matias pun mengamininya; demikian tentunya kita.
 
Oratio :
Yesus, kuasailah hidup kami ini dengan kasihMu, sebab tak jarang kami lebih bertindak seperti dunia, bahkan menyamainya, dan bukannya berusaha menjadi seperti Engkau. Semoga kasihMu itu menjadi bekal bagi kami untuk saling mengasihi satu sama lain.
Santo Matias, doakanlah kami. Keterpilihanmu sebagai Rasul yang bungsu semakin menambah semangatmu dala mewartakan kasih Tuhan, semoga kami pun tidak mudah kecewa dan putus asa, bila 'didudukan di belakang' dalam aneka kegiatan, malahan sebagai kesempatan bagi kami untuk belajar dari mereka yang terdahulu, dan kami dapat melakukan yang lebih baik dan menggenapi yang lemah.
 
Contemplatio :
            Yesus, tinggalah dalam hati dan budi kami.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening