Rabu Paskah III

11 Mei 2011
Kis 8: 1-8  +  Mzm 66  +  Yoh 6: 35-40
 
 
 
Lectio :
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
 
Meditatio :
'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'.
Yesus memberi kepastian bahwa Dialah Roti hidup yang turun dari surge, pemberian Allah Bapa sendiri. Dia datang memang sengaja diberikan oleh Allah bagi umatNya, sehingga setiap orang, yang datang kepadaNya tidak lapar lagi, dan yang percaya kepadaNya tidak haus lagi. Namun demikian, Yesus sudah memprediksi, tetapi tidak bersikap minimalis, bahwasannya 'Aku telah berkata kepadamu: sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya'. Pemberian diri, yang memberi jaminan ini, tidak langsung dan tidak otomatis diterima oleh mereka umat yang dikasihiNya, sebab mereka mempunyai gambaran tersendiri tentang Mesias, dan bukannya seperti yang dikehendaki Allah Bapa.
'Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang'.
Keselamatan adalah kehendak Bapa di surge, dan Yesus datang ke dunia adalah untuk menyelamatkan kita semua umat milikNya. Kalau tadi dikatakan 'semua yang diberikan Bapa', tidaklah berarti bahwa Bapa tidak memberikan seluruh umat manusia kepada PuteraNya, melainkan Allah dengan sadar dan tahu bahwa ada anak-anak manusia yang tidak mau menerima tawaran belaskasihNya; Dia malahan membiarkan gandum dan ilalang itu tumbuh bersama (Mat 13: 30).  Keselamatan hanya diberikan kepada umat manusia dalam diri Yesus Kristus; sekali lagi Dia menegaskan:
'Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku,
yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
Sebab inilah kehendak Bapa-Ku,
yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal,
dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman'.
Dan untuk itulah Yesus datang, 'Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku', dan tidak ada yang lain. Kehendak Bapa inilah yang sering berseberangan dengan kemauan umatNya, karena itu Yesus tadi mengatakan: 'sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya'.
Keyakinan banyak orang akan janji keselamatan inilah kiranya yang tidak membuat mereka takut menerima pewartaan para Rasul, malahan semakin diteguhkan; kegarangan Saulus tidak membuat mereka gemetar; adanya keragu-raguan di antara mereka memang tampak, tetapi berkat tanda-tanda yang dibuat Filipus, sebagaimana diceritakan dalam Kisah Rasul tadi, mereka semakin teguh percaya. 'Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu'.
'Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman'. Sabda Yesus inilah yang kiranya semakin menjadi pegangan hidup kita, bukan sekedar tanda-tanda, sebagaimana diperbuat Filipus, karena memang situasi dan kondisi yang membedakan kita dengan mereka; terlebih bila kita, yang telah menerima rahmat kematian dan kebangkitan Kristus, mau terus menikmatinya, maka kehadiranNya akan kita rasakan sungguh-sungguh.
 
Oratio :
Yesus, ajarilah kami untuk semakin berani berpegang teguh pada kehendakMu yang menyelamatkan, karena memang Engkau tidak menghendaki kami binasa. Semoga dengan kepercayaan ini, kami semakin berani pula menghadapi pelbagai tantangan kehidupan. Amin.
 
Contemplatio :
'Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman'.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening