Rabu Paskah IV

18 Mei 2011
Kis 12:24 – 13:5  +  Mzm 67  +  Yoh 12: 44-50
 
 
 
Lectio :
Berkatalah Yesus kepada para muridNya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.
Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.
Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."
 
Meditatio :
'Aku dan Bapa adalah satu'.
Atas dasar penyataan inilah kita dapat mengerti pesan Injil hari ini. 'Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku', dan Yesus selalu menegaskan bahwa Dia datang, bukan melakukan kehendakNya sendiri, melainkan kehendak Bapa yang mengutusNya. Yesus mengundang dan mengundang setiap orang untuk mengikuti Dia guna semakin menemukan hidup, 'Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan'.  Yesus datang bukan untuk kepentingan dan kesenangan diri, melainkan hendak menjadi sukacita bagi orang, membuat banyak orang lain bahagia, menjadi terang bagi setiap orang. KehadiranNya menjadi berkat bagi orang lain, sehingga mereka tidak tinggal di dalam kegelapan.
Percaya kepada Kristus berarti mendengarkan Dia, tetapi bukan pendengar yang menipu diri (Yak 1:  22), melainkan mendengar dan melaksanakannya. Yesus pun menyatakan: 'jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman'. Contoh konkrit firman  yang disampaikan itu adalah 'Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput', sebagaimana kita renungkan hari Minggu kemarin: kita diajak untuk berani melalui Pintu, yang memang memberi kepastian mendapatkan keselamatan; ketidakmauan dan ketidakberanian kita melalui Pintu tidak mendatangkan keselamatan bagi hidup kita, melainkaan binasa.
SabdaNya menjadi hakim yang menentukan, karena sabda dan firmanNya adalah kehendak Bapa sendiri; sebagaimana Bapa itu kekal demikianlah sabdaNya. 'Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku'.
Firman Tuhan yang kelak menjadi hakim yang menyelamatkan memang 'semakin tersebar dan makin banyak didengar orang', sebagaimana diceritakan dalam Kisah Para Rasul tadi,. Firman itulah yang juga menjadi pedoman hidup dan kompas karya bagi para Rasul; apa yang dimintaNya itulah yang dikerjakan. 'Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka', permintaan Tuhan, dan mereka pun segera 'berpuasa dan berdoa, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi'.
Aneh tapi nyata, janji keselamatan abadi dan kekal, kata orang, sekarang ini kurang diminati dan dibaikan banyak orang, tetapi janji yang mendatangkan rejeki dan kesembuhan lebih mengundang banyak orang.  Semoga 'kata orang' benar-benar menjadi kabar burung.
 
Oratio :
Yesus, sabdaMu menyelamatkan semua orang. Semoga kami semakin setia mendengarkan sabdaMu dan melaksanakannya.  Sebab memang hanya dalam terang sabdaMu kami mampun melihat segala yang baik dan benar. Semoga kerinduan akan keselamatan abadi menjadi keinginan kodrati kami.
 
Contemplatio :
            SabdaMu adalah kebenaran dan hidupMu kebebasan
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening