Rabu Paskah V

25 Mei 2011
Kis 15: 1-6  +  Mzm 122  +  Yoh 15: 1-8
 
 
 
Lectio :
'Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.'
 
Meditatio :
'Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya'.
Yesus menggambarkan Bapa sebagai sang pengusaha, karena memang Dialah Empunya kehidupan, Dia telah menciptakan dan menjaga umatNya. Karena itu, oleh Bapa, 'setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah'. Bahkan lebih dari itu, 'ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar'. Bapa hanya menghendaki agar kita berbuah dan berbuah, dan pasti Dia berusaha bagaimana pokok anggur itu menghasilkan banyak buah. Semakin banyak buah yang dihasilkan, bergembiralah sang pengusaha. Itulah pengusaha. Demikianlah juga 'Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak'.
Karena itu Yesus mengundang dan mengundang kita untuk tinggal dalam Dia agar menghasilkan banyak buah, dan sabda Yesus ini semakin kita mengerti kalau kita ingat bahwa segala sesuatu diciptakan ada dalam Dia (Yoh 1: 3.14). 'Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa'. Kita dapat melakukan segala bentuk kebaikan yang berkenan kepada Bapa, karena kita tinggal dalam pokok anggur, yakni Kristus sendiri; dan Kristus sendiri ada dalam diri kita.
'Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya'. Penyataan Yesus menegaskan bahwa orang-orang yang mau tinggal dalam Dia adalah mereka yang melakukan kehendak Tuhan, mereka adalah pelaku-pelaku sabda, dan bukan hanya pendegar yang menipu diri. Indahnya, bagi mereka yang melakukan sabda mendapatkan berkat dan pengistimewaan yakni: 'mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya'
Hidup dalam Kristus berarti hanya hokum Dia yang berlaku dalam diri kita, apa yang menjadi kehendakNya itulah yang menjadi pedoman hidup kita. apa yang dihasilkan oleh pokok anggur itulah yang seharusnya menjadi makanan setiap ranting yang hendak tumbuh dan menghasilkan banyak buah.  Namun yang terjadi sekarang ini, seperti yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul tadi. Mereka orang-orang Yahudi yang sudah percaya kepada Kristus masih mengharuskan semua orang untuk mengikuti hokum sunat. 'Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan'. Keselamatan hanya terletak dalam diri Kristus, tetapi adat istiadat mampu mengalahkan iman kepercayaan mereka. Bagaimana di antara kita, apakah masih ada yang mengutamakan adat istiadat dalam perbagai acara kehidupan? Bagaimana dengan peristiwa kelahiran, perkawinan dan kematian yang masih sering mengandalkan kekuatan-kekuatan alami di luar Kristus? Iman seringkali tersisihkan dengan ritual-ritual semacam itu!
 
 
Oratio :
Yesus Kristus, Engkaulah pokok anggur yang benar dan kami ranting-rantingnya. Semoga kami semakin hari semakin berani hidup dan menempel dalam Dikau, agar kami menghasilkan banyak buah, dapat berbuat baik bagi banyak orang.
Yesus teguhkanlah iman kami kepadaMu.
Contemplatio :
            Aku pokok anggur yang benar dan kamu ranting-rantingnya.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening