Sabtu Paskah II

7 Mei 2011
Kis 6: 1-7  +  Mzm 33  +  Yoh 6: 16-21
 
 
Lectio :
Ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang. Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!" Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.
 
Meditatio :
'Aku ini, jangan takut!'
Penegasan Yesus menenangkan hati dan pikiran para murid. Mereka ketakutan, karena bagaimana mungkin ada Seseorang yang bisa berjalan di permukaan air. Belum pernah ada! Apalagi situasi mengkondisikan mereka demikian, laut bergelora karena angin kencang menambah mereka semakin takut dan gelisah. 'Aku ini, jangat takut', kata Yesus sambil mendekat ke perahu mereka; dan 'mereka menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui'.
Pengalaman indah para Rasul menunjukkan  kekaguman mereka terhadap Yesus yang mengatasi ruang dan waktu, dan Dia berkuasa atas alam semesta, dan semua dibuatNya tunduk dan takluk.
Menerima kenyataan relative sulit bagi banyak orang, terlebih bila hal  tidak sesuai dengan bayangan dan kemauan diri. Lebih-lebih tentunya peristiwa pahit yang datang bagaikan  'gelora laut', yang memang membuat seseorang tidak berdaya dan tak berkutik. Namun ada baiknya, bila kita mempunyai harapan bahwa Yesus akan menyusul, sebagaimana yang dialami para murid tadi; hanya saja kita tidak mampu menentukan, atau membatasi cara kehadiran Dia yang menyusul kita, entah Dia datang dari depan, dari samping kanan atau kiri, atau dari belakang peristiwa yang sedang kita alami. Keberanian para Rasul untuk menerima Yesus yang berjalan di permukaan air, hendaknya menjadi keberanian kita juga, sehingga kita dapat melewati peristiwa demi peristiwa kehidupan ini dan tiba-tiba dan 'seketika itu juga perahu sampai ke pantai yang kita tuju'.
            Seruan keduabelas Rasul: 'kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman', adalah seruan permohonan bantuan dalam karya penggembalaan. Dan akhirnya, diperbantukan kepada mereka 'Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia', yang dalam tradisi Gereja mereka disebut para Diakon. Yesus pun menyusul mereka dari belakang dengan mengutus para Diakon.
            Pernahkah kita berharap Yesus akan datang dan menyusul kita? Dia datang dari arah mana?
 
Oratio :
Yesus, tumbuhkembangkanlah iman dan harapan kami kepadaMu, agar kami berani menghadirkan Engkau dalam setiap lagkah hidup kami. Sebab berkat kehadiranMu dalam setiap peristiwa hidup  membuat hidup terasa indah dan bermakna.
 
Contemplatio :
            Jangan takut, Ini Aku.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening