Sabtu Paskah IV

21 Mei 2011
Kis 13: 44-52  +  Mzm 98  +  Yoh 14: 7-14
 
 
 
Lectio :
Aku berkata kepadamu: "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."
Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
 
Meditatio :
'Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami',
Pertanyaan Filipus ini hampir sama atau senada dengan kata-kata Tomas, yang kita renungkan kemarin: 'Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?'.
'Filipus, Filipus, telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: tunjukkanlah Bapa itu kepada kami!', tegas Yesus kepada Filipus. Perjumpaan dengan Yesus selama ini dialami oleh beberapa murid ternyata hanya sebatas perjumpaan dan perjumpaan, belum masuk dalam wilayah pengenalan secara pribadi, yang semakin hari seharusnya semakin mendalam. Bertambahnya waktu dan bertambahnya usia, kiranya semakin membuat seseorang  mengenal Kristus. Wajarlah kalau Yesus tadi menegaskan: 'sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia'. (Memang kesalahan) Yesus mengandaikan mereka, para muridNya, sudah semakin mengenal diriNya. Hal yang sama dikatakanNya kemarin, Yesus mengandaikan 'ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ', ternyata tidaklah demikian. Yesus memang menerima keberadaan masing-masing umat milikNya, namun sekaligus mengharapkan adanya usaha pengembangan diri. Perjumpaan dengan Yesus, baik dengan mendengarkan, memandangNya, bahkan menerima kehadiranNya, mengandaikan adanya  pertobatan dan pengenalan yang semakin mendalam akan Yesus. Tambah hari tambah cinta Yesus!
Yesus menegaskan bahwa 'barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa'. Kita pun boleh bertanya: bagaimana semuanya itu bisa terjadi? Yesus menyatakan bahwa semuanya itu terjadi, pertama, karena 'Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku',  kedua, 'apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya', dan ketiga,  karena Yesus sendiri pun melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dikehendaki Bapa.
Kalau pun tidak percaya kepadaNya, 'setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri', tegas Yesus. Kiranya seseorang yang tidak mengenal Kristus Yesus, namun dengan berani berbagi kasih, karena memang dia telah mengalami kasih Allah, bahkan dia berbagi dengan 'makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa' (Mat 9: 10-11), sehingga 'mereka melihat perbuatan yang baik dan memuliakan Bapa yang di sorga' (Mat 5: 16), dia akan menikmati  sukacita surgawi, sebab Yesus, yang adalah satu-satu Jalan menuju Bapa, pasti akan membiarkan dia berjalan melalui diriNya. Inilah keyakinan yang harus kita tumbuhkembangkan dalam diri setiap pengikut Kristus; bahwasannya di luar Gereja, di luar komunitas kita, ada keselamatan, sebagaimana juga dikatakanNya beberapa hari lalu, bahwa 'domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini ada padaKu; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala' (Yoh 10: 16). Bukan sekedar nama yang terucapkan, melainkan kehendak Bapa di surge yang kiranya menjadi pedoman hidup bagi setiap orang (Mat 7: 21), dan itulah memang yang dikehendaki Yesus.
'Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu'.
Penegasan Yesus ini sering dimengerti oleh sebagian orang, bahwa pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan Yesus itu adalah dengan adanya kemampuan seseorang untuk melakukan tindakan-tindakan di luar kemampuan inderawi manusia dan irasional, seperti karya penyembuhan dan pengusiran kuasa kegelapan, penyampaian nubuat dan bahasa Roh. Tidak salah, tetapi itu bukan satu-satunya yang benar. Sebab pekerjaan Allah adalah cinta (1Kor 13), yang memang mengatasi segala; dan Allah malahan mengundang dan mengundang kita umatNya untuk berani berbagi kasih, pekerjaan yang  luhur dan mulia itu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang menyerahkan nyawa bagi sahabat-sahabatnya. Yesus yakin bahwa kita umat yang dikasihiNya pun mampu melakukan hal-hal seperti itu, bahkan lebih daripada itu sebagai penggenapan kehendakNya, sebagaimana dikatakan Paulus bahwa 'aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat' (Kol 1: 24).
Kedua, dengan percaya kepada Kristus, kita diuntungkan olehNya, karena Dia akan membantu kita dengan memperhatikan doa-doa dan keinginan kita. Itu janji Kristus sendiri: 'apa yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya'. Yesus memberikan namaNya sebagai jaminan atas permohonan umatNya. Bahkan Paulus dalam bacaan pertama tadi mengingatkan kita juga bahwa: keinginan mendasar dalam diri setiap orang, yakni beroleh keselamatan terpenuhi berkat kematian dan kebangkitan Kristus; katanya: 'ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa, dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa…, karena itu tetaplah hidup di dalam kasih karuniaNya'.
 
Oratio :
Yesus, teguhkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu, agar kami semakin berani berserah dan berserah kepadaMu, sebab hanya dalam Dikaulah ada keselamatan, dan hanya melalui Engkau setiap orang dapat selamat dan sampai kepada Bapa.
Yesus teguhkanlah iman kepercayaan kamu kepadaMu.
 
Contemplatio :
            Aku percaya kepadaMu ya Yesus.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening