Sabtu Paskah V

28 Mei 2011
Kis 16: 1-10  +  Mzm 100  +  Yoh 15: 18-21
 
 
 
Lectio :
Sabda Yesus : "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku".
 
Meditatio :
'Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu'.
Kalau kemarin kita diajak untuk berani berbagi kasih sebagaimana Dia telah mendahului mengasihi kita. Hari ini Yesus mengingatkan kita akan adanya resiko dalam berbagi kasih, yakni dibenci oleh dunia. Sebagaimana Kristus telah dibenci dan ditentang dunia, demikian para muridNya, kita semua, akan mengalami perlawanan yang sama. 'Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu'. Itu wajar dan jangat kaget!
Mengapa semuanya itu terjadi?
Pertama, karena kita telah merelakan diri dipilih oleh Kristus menjadi sahabat-sahabatNya. 'Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu'. Perlawanan dari dunia adalah sebuah resiko dari keberanian kita dipilih oleh Tuhan.   Kedua, 'ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu'. Seperti Kristus mendapatkan perlawanan demikian juga kita yang percaya dan mengikutiNya akan mendapatkan hal yang sama, walau mungkin kita tidak mendapatkan perlakuan sama, sebagaimana yang Dia terima, 'seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya'; kendati kita diminta untuk bersiap dan bersiap menerimanya.   Ketiga, 'jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu, tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku". Sekali lagi, alasan mendasar penolakan mereka terhadap kita yang percaya kepada Kristus, karena memang mereka tidak percaya kepada Kristus dan tidak mau mengenal Dia yang mengutusNya. Mereka menolak kemauan Bapa di surge yang mengutus PuteraNya turun ke dunia; lagipula kehadiran Yesus tidak sesuai dengan cita-cita dan gambaran mereka tentang Mesias.
Apa yang dapat kita lakukan dengan semua itu?
Kita kembalikan saja kepada Kristus yang mengutus kita untuk berbagi kasih. Dialah yang bertanggungjawab! Kiranya, kita tidak berhenti berbagi kasih karena adanya perlawanan. Malahan di situlah kasih akan memperdengarkan suaranya, dan di saat itulah kasih menemukan perannya, sebagaimana diserukan Yesus sendiri : 'kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar' (Mat 5: 44-45).
Kembali kepada Kristus yang mengutus itulah yang juga menjadi pedoman para murid dalam karya pewartaan dan pelayanan sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi. Mereka tidak jadi pergi ke suatu tempat, malahan ke tempat lain, karena Roh Kristus yang meminta mereka bertindak demikian.
Tentunya kita tidak gentar dengan pemberitahuan Yesus tadi. Inilah aku utuslah aku (Yes 6: 8).
 
Oratio :
Yesus Kristus, Engkau menunjukkan resiko bagi orang-orang yang mengikuti Engkau, yang percaya kepadaMua. Limpahkanlah kesetiaanMu kepada kami, agar kami kedapatan setia sampai akhir hidup kami. Amin.
 
Contemplatio :
            Utuslah aku ya Yesus.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening