Selasa Paskah IV

17 Mei 2011
Kis 11: 19-26  +  Mzm 87  +  Yoh 10: 22-30
 
 
 
Lectio :
Pada  hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo; datanglah orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu."
 
Meditatio :
'Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami'.
Itulah pertanyaan kegelisahan orang-orang Yahudi kepada Yesus. Harus diakui memang selama itu Yesus tidak pernah berteriak: Akulah Mesias!, kalau pun pernah terucap kata-kata senada, Yesus menampilkan gaya, gerak dan pengajaran, yang tidak sesuai dengan gambaran mereka tentang Mesias, malahan banyak pengajaran dan tindakanNya bertentangan dengan hokum Taurat dan adat istiadat Yahudi. Yesus tidak selalu menyampaikan kata-kata penghiburan, melainkan kecaman-kecaman terhadap mereka. Namun tak dapat disangkal Yesus tampil sebagai seorang Guru yang penuh kuasa dan wibawa, dan banyak orang kagum kepadaNya.
Yesus menjawab mereka: 'Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya'. Yesus memang pernah menegaskan bahwa diriNya hanya melaksanakan kehendak Bapa yang mengutusNya, dan bahwa Dia ada dalam Bapa dan Bapa ada dalam Dia. Namun sekali lagi, penyataan-penyataan Yesus ini kiranya amat tinggi dan tidak sesuai dengan pemikiran mereka, sehingga mereka menolakNya. PerkataanNya keras sehingga banyak orang yang lari daripadaNya (Yoh 6).
'Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku', tegas Yesus. Apakah memang mereka ini termasuk orang-orang 'yang tidak ditarik oleh Bapa' (Yoh 6: 44), bukankah mereka tetap termasuk 'kawanan domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini dan tetap dituntunNya' (Yoh 10: 16)? Inilah misteri iman!
Namun tak dapat disangkal memang, bila banyak orang berseru: 'Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia' dan bahkan hendak 'menjadikan Dia raja' (Yoh 6: 14-15), ketika mereka melihat dan merasakan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukanNya.
Kegelisahan dan kebimbangan tidaklah terjadi pada mereka yang percaya kepada Yesus, sang Gembala. Atas kepercayaan itu, Yesus malahan memberi jaminan, bahwa: 'domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'.
Sungguh mengesankan, bila benar-benar percaya kepadaNya dan mengamini kehendak Bapa yang telah menyerahkan kita kepada sang Gembala, kita akan dijaga, diperhatikan dan diselematkan, karena memang kita telah menjadi milikNya. 'Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa'. Menjadi milik Yesus Tuhan itu berlipat-lipat indahnya dari sekedar menjadi anak mama.
 
Oratio :
Yesus, betapa besar kasihMu kepada kami dan betapa indah cintaMu. Kami merasakannya! Namun dengan jujur, kami pun mengakui bahwa kecenderungan inderawi amatlah kuat dalam diri kami. Teguhkanlah iman dan harapan kami, semoga daya tarik keindahan dunia tidak membuat hati kami gundah gulana, malahan semakin terpaut hanya kepadaMu, sang Gembala.
 
 
Contemplatio :
            Aku dan Bapa adalah satu.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening