Selasa Paskah V

24 Mei 2011
Kis 14: 19-28  +  Mzm 145  +  Yoh 14: 27-31
 
 
 
Lectio :
Aku berkata kepadamu: "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.
 
Meditatio :
'Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu'.
Yesus melimpahkan damai dan sukacita kepada para muridNya, kepada kita semua; sebuah pemberian yang berbeda dengan yang diberikan dunia. Mungkin bentuknya sama dengan pemberian dunia, tetapi hakekatnya yang berbeda. Namun yang jelas, pemberian itu sesuai dengan maksud Allah yang menyelamatkan dan bersifat abadi. Suatu pemberian yang amat istimewa. Apakah selalu cocok dengan keinginan setiap umatNya? Pasti!  Setiap pemberian Allah itu selalu membahagiakan dan menyenangkan hati setiap orang. Malahan banyak orang yang mencari dan mencarinya; pemberian Tuhan Allah akan selalu didambakan dan dicari oleh setiap umat ciptaanNya, walau tetap tidak dapat disangkal akan ada orang-orang yang lebih suka kegelapan (Yoh 3: 19). 'Janganlah gelisah dan gentar hatimu', semuanya itu akan diberikan Yesus kepada kita semua.
'Apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu'.  Kiranya kata-kata Yesus ini harus semakin kita mengerti, bukanlah sebuah situasi yang bersantai-ria dan bermalas-malasan, sendau gurau dan riang gembira, dugem, terlebih mengingat nasehat Paulus dan Barnabas tadi, dalam bacaan pertama, yang mengatakan 'bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara'. Damai sejahtera dan sengsara kiranya perlu kita pahami benar dalam mengikuti sang Juru Selamat. Saling berkaitaan satu sama lain bagaikan Ying Yang,  dalam tradisi Cina.
'Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku'.
'Sekarang Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu', tegas Yesus. Kalau kita ingat akan pesan kepergianNya, sebagaimana kita renungkan dalam hari Minggu kemarin, memang benar, kita akan bergembira dan bersukaria dengan kepergianNya, karena memang Dia akan menyiapkan tempat bagi kita, supaya di mana Dia berada kita pun berada (Yoh 14: 2-3); dan Roh Kudus akan mendampingi kita umatNya dalam masa penantian ini (Yoh 14: 26). Yesus menyampaikan semuanya ini, jauh-jauh sebelum semuanya terjadi, agar kita mempersiapkan diri dan percaya. 'Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi'.  Kesiapsiagaan hati seseorang menerima pemberianNya berarti dia sudah menikmati sebagian dari anugerah yang luhur dan mulia itu.
'Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku'.
Semua penguasa dunia memang siap sedia bangkit dan melawan Dia. Namun Yesus tidak kuatir, dan Dia tetap akan mengumandangkan rencana kehendak Allah Bapa yang mengutusNya. Yesus tidak gentar terhadap mereka, karena penguasa dunia tidak berkuasa atas diriNya, malahan Dia akan menghadapi mereka dan Yesus siap sedia mati terhadap dosa (Rom 6: 10) demi keselamatan dunia.
 
Oratio :
Yesus Kristus, Engkau menjanjikan damai sejahtera bagi kami, sebuah pemberian yang tidak seperti diberikan dunia. Bantulah kami ya Yesus untuk memahami kehendakMu yang ingin menyelamatkan hidup kami, yang membebaskan kami dari segala bentuk kelekatan dunia, sehingga kami pada akhirnya menjadi orang-orang yang merdeka, manusia-manusia yang berbudi baru sesuai dengan kehendakMu.
 
Contemplatio :
            Apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening