Senin Paskah III

9 Mei 2011
Kis 6: 8-15  +  Mzm 119  +  Yoh 6: 22-29
 
 
 
Lectio :
Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"
Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
 
Meditatio :
'Guru, bilamana Engkau tiba di sini?'
Seru banyak orang ketika mereka melihat dan menemukan Yesus. Jawab Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang'. Tidak mengenakkan memang teguran Yesus ini, tetapi itulah kenyataan yang dirasakanNya. Sebab Yesus tahu benar yang apa yang menjadi keinginan mereka. Bukankah memang Yesus, sebagaimana kita rindukan Jumat kemarin, menyingkir diri ke gunung, karena mereka semua hendak memaksa Yesus menjadi raja (Yoh 6: 15). Adakah keinginan orang-orang jaman sekarang ini yang mengharapkan dan mendambakan Yesus sebagai raja hanya sebatas terpenuhinya kebutuhan sehari-hari dan terbebasnya dari kungkungan penyakit? Bukankah Dia itu Pembuat mukjizat dan Penyembuh yang ampuh? Semoga tidak terjadi.
'Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya', tegas Yesus. Apalah artinya makanan dan minuman? Tidak dapat disangkal memang, setiap orang memerlukan makan dan minum; ketersediaan makanan membuat diri tenang dan nyaman, sebaliknya keterbatasan, dan terlebih-lebih ke-tidak ada-an makanan membuat hati gelisah dan kuatir, namun kiranya perjuangan hidup tidaklah sebatas pada keperluan akan makanan (Mat 6: 25.27). Ada 'makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia'.
'Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah'.
Mereka semua mengerti apa yang dimaksudkan dengan makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, maka bertanyalah mereka seperti itu. Jawab Yesus kepada mereka: 'inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah'. Percaya kepada Kristus memang mendapatkan keselamatan; dan Yesus berkali-kali menegaskan: 'barangsiapa percaya kepadaKu akan beroleh hidup kekal'. Percaya kepadaNya adalah sebuah pekerjaan, karena memang harus diperjuangkan dan diperjuangkan; kepercayaan kepada Kristus adalah sikap pasrah dan pengandalan akan kekuatan Tuhan sang Empunya kehidupan, dan bukannya mengandalkan kekuatan diri sendiri; kepercayaan kepada Kristus adalah usaha untuk menyangkal diri, memanggul salib dan mengikuti Dia dalam hidup sehari-hari. Kepercayaan adalah pekerjaan yang dikehendaki Allah, karena kita dipanggil untuk melakukan kehendak dan kemauanNya; tidak cukup hanya dengan berseru-seru 'Tuhan, Tuhan', tetapi melaksakan kehendak Bapa di surge (Mat 7: 21).
'Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah. Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat,  sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita'.
Hasutan yang dihadapi Stefanus ini menyeret dan membawa dia ke hadapan Mahkamah Agama. Semunya ini terjadi, karena mereka semua, khususnya para ahli Taurat dan tua-tua bangsa, tidak  sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara, bahkan mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.
 
 
Oratio :
Yesus Kristus, Engkau Mesias Putera Allah yang hidup, Engkaulah Anak Domba Paskah. Kami bersyukur kepadaMu, karena berkat kematian dan kebangkitanMu, kami memperoleh hidup baru, hidup kekal. Kiranya kami semakin menghayati rahmat pembaptisan yang menyelamatkan kami.
 
Contemplatio :
            Kristus bangkit dan hidup.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening