Senin Paskah IV

16 Mei 2011
Kis 11: 1-18  +  Mzm 42  +  Yoh 10: 11-18
 
 
 
Lectio :
Kata Yesus kepada murid-muridNya: "Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
 
Meditatio :
'Akulah Gembala yang baik'.
Ego Sum Pastor Bonus, kata Yesus kepada para muridNya, kepada kita semua. Gembala yang baik itu menuntun kawanan domba melalui pintu, dan tidak melompat tembok pagar, sebagaimana kita renungkan kemarin. Namun lebih dari itu, 'Gembala yang baik adalah seorang Gembala yang memberikan nyawanya bagi domba-dombanya'. Gembala yang baik itu berarti seorang  yang bertanggungjawab, seorang pemberani dan mempertaruhkan nyawa untuk menjaga dan menyelamatkan kawanan dombanya. Gembala yang baik adalah sang pemilik domba-domba. Lain memang, dengan 'seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu'. Kristus Yesus adalah sang Gembala Agung yang sudah mempertaruhkan nyawaNya demi keselamatan umatNya. Dia sang Gembala yang sekaligus menjadi Anak Domba Paskah demi keselamatan seluruh umat manusia
'Akulah Gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku'. Gembala yang baik itu mengenal kawanan dombanya satu per satu, dia pun tahu kharakter, kesukaan dan kekurangan, serta kebiasaan masing-masing dombanya; sebaliknya, domba-dombanya juga mengenal sang gembalanya; mereka mengenal suaranya, dan mereka mengikuti yang diperintahkan dan dikatakan gembalanya. Pribadi dan peran sang Gembala yang baik inilah kiranya menjadi pola hidup bagi setiap gembala dan imam. Dasar yang terdalam dan suci dari karya penggembalaan adalah realitas ilahi sendiri, sebagaimana ditegaskan oleh Yesus sendiri: 'sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa'. Seorang iman dan gembala haruslah seorang yang komunikatif!
Gembala yang baik bukan seorang yang menutup diri, sebab Kristus pun telah menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia, dan bukannya sekelompok orang yang percaya kepadaNya. Penyataan Yesus bahwa:  'ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala' meminta agar perhatian dan pelayanan setiap gembala itu tidak menutup diri, tetapi terbuka bagi semua orang yang datang dan membutuhkannya. Hukum memang membatasi gerak langkah seseorang, tetapi tidaklah demikian dengan kasih.
Keterbukaan hati sang Gembala terhadap 'domba-domba yang bukan dari kandang ini' dirasakan dan dialami sendiri oleh Petrus dalam Kisah para Rasul tadi dengan kepergiannya 'masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan bahkan makan bersama-sama dengan mereka'. Petrus menerangkan bahwa semua yang dilakukannya adalah kehendak Tuhan Allah sendiri; tegasnya: 'jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka orang-orang yang tak bersunat sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?'. Keterbukaan hati sang Gembala terhadap 'domba-domba yang bukan dari kandang ini' adalah anugerah pertobatan, yang memimpin kepada hidup, yang diberikan Allah kepada bangsa-bangsa lain.
'Bapa mengasihi Aku, oleh karena-nya Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku'.
Penyataan Yesus ini memberi kepastian kepada kita bahwa: kasih Allah yang membuat segala-galanya indah. Pemberian diri dengan menyerahkan nyawa dilakukan oleh Yesus hanya karena kasih; karena kasih dan kehendak Allah Bapa kepada sang Putera membuat Yesus berani memberikan nyawa tebusan bagi umatNya. Semuanya  dilakukan Yesus yang taat kepada kehendak Bapa; Dia yang mampu membiarkan cawan itu berlalu, tetapi tidak dilakukanNya, karena bukan kehendak Bapa yang mengutusNya (Mat 26: 39). Kasih dan ketaatan Yesus menyelamatkan umat manusia seluruhnya.
 
Oratio :
Bapa di surga, bantulah kami dengan RohMu agar kami semakin berani mendengar suara sang Gembala kami, dan bahkan setia dan taat mengikuti kehendakNya, sebab Yesus PuteraMu adalah Gembala yang baik bagi kami domba-dombaMu.
Yesus berkatilah secara istimewa bagi kawan-kawan kami para imam yang bekerja di daerah pedalaman, jauh dari keramaian dunia; semoga Engkau sendiri menjadi sukacita dan penghiburan bagi mereka.
 
Contemplatio :
            Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening