Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus

1 Juli 2011
Ul  7: 6-11  +  1Yoh 4: 7-16  +  Mat 11: 25-30
 
 
 
Lectio :
Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."
 
 
Meditatio :
'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil'.
Itulah doa Yesus kepada Bapa di surge, sang Empunya langit dan bumi . Dia bersyukur dan bersyukur kepada Bapa di surge atas segala hal yang indah, yang hanya diberikan kepada orang-orang kecil, dan bukannya kepada mereka orang-orang bijak dan pandai. Entah mengapa mereka, orang-orang kecil, menjadi pilihan Bapa di surge. Apakah memang mereka orang-orang yang mengandalkan kekuatan dari Tuhan? Apakah mereka lebih mengandalkan pengetahuan akan Tuhan, dibanding dengan mereka yang mengutamakan kemampuan akal budi? Namun itulah memang kehendak Tuhan, merekalah pilihan Tuhan semesta alam. 'Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu'.
Keberadaan diri sebagai orang-orang kecil, dan bukannya berpura-pura sebagai orang kecil, memungkinkan kita mengerti apa yang menjadi kemauan Tuhan Allah. Tuhan begitu menaruh perhatian kepada mereka. Maka kiranya baik, bila kita bertindak dan bersikap sebagai orang-orang kecil, yakni orang-orang yang merundukkan diri kepada Tuhan, orang-orang yang norok buntek (Madura: pasrah) akan apa yang dikatakan dan dikehendaki Tuhan Allah; segala yang dikehendakiNya, kita lakukan dan kita kerjakan!
'Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya'.
Pengenalan sempurna kepada Bapa hanyalah terletak pada diri Yesus, sang Al Masih Putera Allah yang hidup, demikian juga sebaliknya, pengenalan akan Yesus, hanya dimiliki oleh Bapa yang mengutusNya. Namun ternyata pengenalan itu juga diberikan kepada setiap orang yang dikehendaki oleh Yesus sendiri. Santo Petrus, sebagaimana kita rayakan 2 hari yang lalu, adalah salah seorang yang secara istimewa juga mendapatkan pengenalan akan Putera, sang Mesias; semuanya karena kasih karunia dari Allah Bapa sendiri (Mat 16: 16-17). Allah Bapa  menyatakan siapakah PuteraNya itu, dan Petrus mengungkapkannya.
Kita pun demikian!
Kita semua juga orang-orang yang beroleh kasih karunia dari Tuhan Allah sendiri. Kita adalah orang-orang yang berkenan kepadaNya. Kita semua adalah orang-orang yang dicintaiNya!  Kita diperhatikan oleh Tuhan! Yesus memberi hati kepada kita. Oleh karena itu, Yesus tidak henti-hentinya mengundang kita datang kepadaNya untuk menikmati keberkenanan di hadapan Bapa, sembari hari demi hari belajar dan belajar daripadaNya: bagaimana bersikap sebagai orang-orang yang berkenan kepadaNya. 'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'.
Yesus adalah Seorang yang sukses melakukan kehendak Bapa, sebab memang Dia datang hanya untuk melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya. Yesus hendak mengajarkan bagaimana menyenangkan hati Tuhan Bapa di surge. Yesus hendak mengajarkannya, karena memang Dia lemah lembut dan rendah hati, dan bila kita mau belajar daripadaNya,  jiwa kita akan mendapat ketenangan, hati kita akan merasakan damai dan sukacita, kita akan bekerja dan bekerja, tetapi hidup yang tidak terbebankan oleh aneka pekerjaan dan persoalan, karena memang Tuhan Yesus sendiri yang mengerjakannya di dalam diri kita. Dia tinggal dalam diri kita. Inilah hati yang kudus, tempat kehadiran Yesus.
Kasih karunia Allah dilimpahkan kepada kita umatNya, bukan karena Allah wajib mengasihi kita, karena kita telah berbuat baik dan banyak berjasa kepadaNya. Atau menurut Yohanes sebagaimana dikatakan dalam bacaan kedua: 'bukan kita yang telah mengasihi Allah', dan bukan kita yang mendahuluiNya, 'tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita'. Kasih karunia dan belaskasih dilimpahkan kepada kita, karena memang kemauan hati Allah sendiri kepada kita. Dia, ada hati untuk kita. Bacaan pertama mengingatkan: 'engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa mana pun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu, tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu'. Malahan kita pun diingatkan: 'kepada setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu. Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan'.
Kalau hari ini kita merayakan Hati Kudus Yesus, berarti kita merayakan kemuliaan dan keluhuran hatiNya yang Mahakudus, sembari meneguhkan kerinduan diri kita untuk mempunyai hati seperti hatiNya yang kudus. Seperti Yesus yang menaruh hati kepada kita umatNya, demikian juga hendaknya kita mempunyai hati terhadap sesame. Yohanes dalam bacaan kedua tadi juga menganjurkan demikian: 'saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia'.
 
 
 
 Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, semoga hati kami ini menjadi suci dan murni seperti hatiMu sendiri; dan jadikanlah diri kami ini sebagai tempat kediamanMu yang menyenangkan.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          Kuduskan hati ini, untuk kami berdoa
          Kuduskan hati ini, untuk kami menyembah
          Biar segala perkara, kuserahkan padaMu Yesus
          dan Roh Kudus bekerja, membimbing kami semua.
 
 
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening