Hari Raya Petrus dan Paulus, Rasul

29 Juni 2011
Kis 12: 1-11  +  2Tim 4: 6-8.17-18  +  Mat 16: 13-19
 
 
 
Lectio :
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya".
 
 
Meditatio :
'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'
Itulah jawaban rasul Petrus, yang mengungkapkan iman kepercayaannya. Jawaban Petrus atas pertanyaan Yesus, 'apa katamu, siapakah Aku ini?', adalah ungkapan pribadinya yang kagum dan hormat kepada sang Guru; namun juga tidak boleh disangkal jawaban itu juga mewakili komunitas Rasul, yang kira-kira pasti mereka sudah saling mensharingkan pengalaman antar mereka dalam berhadapan dengan Yesus.
Mereka kiranya sudah pernah mendiskusikan Siapakah sang Guru yang mereka ikuti ini. Sebab banyak orang mengenal bahwa Dia, sang Anak Manusia ini adalah 'Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi'. Kemungkinan besar, ada banyak orang juga bertanya kepada mereka: mengapa kalian mengikuti Dia orang Nazaret itu, bagaimana pengajaranNya, dan siapakah Dia itu sebenarnya?
'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'. Ini berarti Yesus itu memang adalah Seorang yang memang dinanti-nantikan umat Israel, Seorang yang Terurapi, Seorang Raja, yang semuanya itu berasal dari Allah, yang mengatasi para Nabi dan Utusan Allah, Dia datang dari Allah, sang Empunya kehidupan!
'Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga'.
Peneguhan Yesus kepada Simon Petrus. Yesus membenarkan iman kepercayaannya; dan Dia menegaskan bahwa semuanya itu anugerah Tuhan Bapa sendiri. Yesus tidak meremehkan kemampuan kita manusia, tetapi melihat daya kemampuan umatNya yang amat terbatas untuk mengenal Allah. Allah datang dan memperkenal diri kepada umatNya. Allah sendiri yang memperkenalkan AnakNya, sabdaNya: 'inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan' (Mat 3: 17), sebab memang 'hanya Bapa yang mengenal Anak dengan sempurna' (Mat 11: 27).
'Aku pun berkata kepadamu', tegas Yesus kepada Petrus, 'Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya'. Petrus menerima anugerah mulia daripadaNya; berkat iman kepercayaan dan pengenalannya, Petrus mendapatkan kepercayaan dari Yesus untuk mendirikan Gereja umat Allah. Di pundaknya, diletakkan tanggungjawab kepemimpinan untuk menggembalakan umat Allah; suatu tugas yang luhur dan mulia, yang mana Tuhan Yesus sendiri akan mendampingi dan menyertainya, sehingga alam maut tidak akan menguasainya. Imanuel!
Pendampingan dan perlindungan kepada Petrus ditampakkan secara nyata, salah satunya dalam pengejaran Herodes, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi. Setelah melewati pintu demi pintu dalam penjara, sadarlah Petrus akan dirinya, dan berkata: 'sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi'.
Namun bukanlah mukjizat-mukjizat seperti itu yang dicari para murid; tanpa terkecuali, semua murid Yesus siap sedia menghadapi kematian. Kematian adalah persembahan darah yang dicurahkan; kematian adalah kemartiranku. Malahan dengan kemartiran, 'aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya', sebagaimana ditegaskan Paulus dalam bacaan kedua.
Hari ini kita merayakan pesta santo Petrus dan Paulus, Rasul, dua tokoh besar dalam perjalanan Gereja. Mereka bagaikan mata keping uang perak yang berbeda wajah satu dengan lainnya, tetapi keduanya satu kesatuan yang saling melengkapi. Petrus dan Paulus pernah sempat bersilang pendapat; Petrus yang menjaga takhta kesatuan dan Paulus dengan giat mewartakan kabar gembira kepada semua bangsa, sebab memang 'Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya'.  
          Hari Raya Petrus dan Paulus menegaskan Gereja akan semakin tumbuh berkat pewartaan, dan sebaliknya pewartaan akan menghasilkan banyak buah yang menyuburkan dan menyemarakkan Gereja, bila dilaksanakan dalam bingkai kesatuan dalam GerejaNya yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
 
 
 
 Oratio :
 
Ya Yesus, Engkau telah mendirikan GerejaMu dan Engkau mendampingi umatMu dalam penggembalan para muridMu. Semoga rahmat kesatuan yang Engkau curahkan melalui para RasulMu semakin kami rasakan dalam perjalanan hidup ini. Semoga pengalaman Paulus,  yang mau merundukkan diri dalam kepemimpinan Petrus, juga menjadi semangat kami dalam karya kami sehari-hari.
Santo Petrus dan Paulus doakanlah kami.
 
 
Contemplatio :
          Engkaulah Mesias, Putera Allah yang hidup
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening