Hari Raya Tritunggal Mahakudus

19 Juni 2011
Kel 34: 4-9  +  2Kor 13: 11-13  +  Yoh 3: 16-18
 
 
 
Lectio :
Kata Yesus kepada para muridNya: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah".
 
 
Meditatio :
'Baptislah mereka dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus'.
Inilah perintah Yesus yang disampaikanNya sendiri melalui Injil Matius (28: 19). Dia menghendaki semua orang beroleh selamat. Dia menghendaki  semua orang beroleh baptisan daripadaNya, bukan hanya dalam NamaNya sendiri, walau Dia sebagai Isa Almasih, sang Penyelamat dunia, dan juga bukan dalam Nama Bapa yang telah mengutusNya dan hanya kehendakNya yang Dia lakukan, bukan pula dalam Nama Roh Kudus yang diutusNya dan membimbing umatNya kepada kebenaran. Yesus meminta membaptis semua orang dalam Nama Bapa, Putera dan Roh Kudus.
Permintaan Yesus disampaikan kepada kita, karena memang 'Dia ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Dia'; dan Roh kudus yang diutusNya, sebagaimana ditegaskan Yesus sendiri bahwa: 'Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku' (Yoh 16: 14-15). Roh Kudus adalah Roh Kristus sendiri, yang memang tidak mengikatkan diri pada dunia ini.
Dalam relasi Bapa, Putera dan Roh Kudus inilah malahan semua orang diundang masuk dan ambilbagian di dalamNya, agar 'mereka semua satu, sebagaimana Kita adalah Satu'. Undangan ini memang mengajak seluruh ciptaan tinggal dalam Bapa, di dalam Dia, dan di dalam RohNya; suatu undangan bagi setiap orang untuk menikmati bagaimana indahnya, bagaimana nyamannya dikasihi dan dibelai oleh Allah, suatu ajakan untuk mengalami kehadiranNya.
UndanganNya ini, iman akan Allah Tritunggal, Tuhan yang Mahakuasa adalah kemauan dan kehendak Tuhan Yesus. Kiranya kesulitan kita tidak mampu memahami hakekat dan keberadaan Dia secara penuh tidak membuat kita berhenti untuk mengenal dan mengenal Dia. Intensi kemauan dan kehendak  Tuhan Yesus hanya satu, yakni kita beroleh selamat dan hidup abadi bersama dengan Dia, sang Pencipta dan Empunya kehidupan. Ketidakmampuan kita mengenal Dia menunjukkan:  betapa  agung dan muliaNya Tuhan Allah, sang Pencipta alam semesta, yang memang tidak mungkin dikuasai salah satu ciptaanNya, yakni manusia.
'Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'.
Penyataan Injil hari ini menegaskan bahwa Allah yang tak tampak dan tak dapat dikuasai manusia itu menyatakan diriNya dalam wujud manusia, Dialah AnakNya yang tunggal, Dialah Yesus Kristus. Dia menyatakan diri supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal; Dia datang untuk menyelamatkan!  Allah yang menyelamatkan, arti nama Yesus, disadari sungguh-sungguh olehNya; Yesus pun mengakui diriNya dan berkata: 'ya Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Tidak ada orang sampai kepada Bapa, tanpa melalui Aku'.
'Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah'. Benarlah memang, barangsiapa tidak percaya kepada Tuhan Allah tidak akan beroleh keselamatan. 'Percaya dalam nama Anak Tunggal Allah' berarti percaya bahwa Allah yang menyelamatkan, hanya Allah yang menyelamatkan dan bukan yang lain, yang memang bukan-Allah.
'Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah'.
Itulah ungkapan kepercayaan orang-orang, yakni kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya, yang menjaga Yesus, menjadi sangat takut, ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi pada saat kematianNya di salib (Mat 27: 54), pada saat Dia dimuliakan dan ditinggikan di kayu salib (Yoh 12: 32). 'Sungguh, orang ini adalah orang benar!' (Luk 23: 47), seru mereka 'yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar' (Yoh 19: 35).
Bagaimana dengan mereka yang sampai sekarang belum bisa berseru seperti para prajurit ini, bukan seperti Petrus (Mat 16: 16)?
Tuhan Allah akan atur! Kasih Tuhan mengatasi segala. Di sinilah keindahan dan keluhuran iman kepercayaan; iman bukan semata-mata usaha manusia yang percaya, melainkan karena anugerah Tuhan Allah sendiri. 'Karena Roh AnakNya, kita dapat menyebut Yesus itu Tuhan' (1Kor 12: 3b) dan 'berseru Allah itu Bapa' (Gal 4: 6). Allah membuka pintu keselamatan selebar-lebarnya. Di luar Gereja  ada keselamatan! Semuanya ini kiranya semakin meneguhkan bahwa memang Yesuslah Allah, Dia akan datang kembali di akhir jaman sebagai Hakim yang adil.
Bagaimana dengan kita sendiri yang telah percaya kepada Kristus Tuhan, sebagaimana diimani oleh Petrus?
Pertama, seperti yang dinasehatkan Paulus dalam bacaan kedua tadi: 'hendaklah kamu sehati sepikir, dan hiduplah dalam damai sejahtera', sebab di sinilah kita menyatakan dan mewujudkan kehendak Yesus sendiri agar kita satu, sebagaimana 'Kita adalah Satu'; dan bila kita bertindak demikian, 'Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!'.
Kedua, kita ikuti bimbingan kasihNya dan berserahdiri kepadaNya. Kita percaya kepadaNya, maka baiklah kita mengikutiNya. 'Kami telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu',  ajak Musa kepada kita semua.
 
 
 
 Oratio :
 
Ya Yesus Putera Bapa, kuasailah kami dengan Roh KudusMu, terangilah hati dan budi kami, agar kami dapat semakin mengenal Engkau, agar kami dapat berpikir dengan jernih dan berkata-kata dengan benar, dan kami dapat bersatu hati, sepikir dan seperasaan, sebagai umatMu yang kudus . Amin.
 
Contemplatio :
          Dalam Nama Bapa dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening