Jumat Paskah VI

3 juni 2011
Kis 18: 9-18  +  Mzm 47  +  Yoh 16: 20-23
 
 
 
Lectio :
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku". 
 
 
Meditatio :
'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira'.
Mengapa para muridNya akan menangis dan meratap? Karena memang mereka akan ditinggal oleh sang Guru, yang harus menghadap Bapa, karena telah menyelesaikan tugas perutusanNya, yang harus pergi guna menyiapkan tempat, agar di mana Dia berada, mereka dan kita semua berada bersama dengan Dia. Sebaliknya dunia akan merasa gembira, karena mereka merasa menang dan telah mengalahkan sang Guru. Mereka kini beranggapan bahwa mereka berkuasa atas para murid Yesus, mereka dapat melakukan apa saja terhadap para murid itu. Namun mereka pun tidak tahu bahwa sang Guru tidak membiarkan para muridNya tinggal sendirian sebagai yatim piatu, malahan mereka diminta untuk siap sedia menjadi saksi-saksiNya sampai ujung bumi, sebab memang selama ini mereka telah berkumpul dan hidup bersama dengan sang Guru.
'Kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita'.
Kesulitan dan tantangan memang membuat dukacita, terlebih bila kita telah berusaha dan berusaha tetapi belum menampakkan buah-buah hasilnya, dan dituduhkan kepada kita sesuatu yang memang tidak kita lakukan. Namun Yesus memberi jaminan bahwa semuanya itu akan berlalu, dan mereka akan bersukacita. Pertama, 'seperti seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia'. Dukacita itu hanya sekejap dan sementara, dukacita itu memang harus ada dan harus dilalui untuk mendapatkan sukacita. Orang harus berani berakit-rakit ke hulu dan berenang-renang ke tepian. Semuanya harus dilalui, tetapi karena sukacita yang besar dan mulia yang akan dinikmatinya, setiap orang pasti akan berani melaluinya dan siap melakukanny; dan dukacita itu tidak akan dikenangkannya lagi.
Kedua, 'kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu; dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku'.  Sukacita akibat perjuangan itu bersifat kekal abadi, 'tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraan itu'. Pemberian ini berarti sungguh-sungguh hebat dan luar biasa, sebab bila kita berada bersama dengan Dia dan menikmati kasihNya, siapakah yang dapat memisahkan kita daripadaNya (Rom 8: 38-39). Terpujilah Engkau ya Kristus!
Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: 'jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini'.
            Dukacita, sebagaimana dialami oleh Paulus, seperti diceritakan dalam Kisah Rasul tadi, inilah yang sungguh-sungguh dirasakan oleh para murid pada jaman Gereja perdana; tantangan demi tantangan dihadapi dan dialami mereka, tetapi Tuhan tidak berdiam diri dan membiarkan mereka sebagai yatim piatu.
            Tantangan-tantangan, yang kita hadapi sekarang ini juga semakin variatif, baik kita sebagai pribadi atau komunitas, ada banyak pelbagai tantangan. Namun hendaknya, janganlah kita sebut sebagai tantangan, segala kesulitan yang kita hadapi, bila memang kita selalu merasa diri benar, menutup diri dan malahan mempersalahkan orang lain, bila kita bertindak egois dan tidak memperhatikan sesame, bila kita tidak mendapatkan perhatian dari sesame, karena memang kita sendiri apatis, dingin dan tidak bergairah dan tak mempunyai roh yang hidup! Prakiraan ini tidak kita tujukan kepada orang lain, melainkan diri kita sendiri, karena memang kita ingin maju dan berjuang unutk mendapatkan hal yang indah dan baik dalam hidup ini.
 
 
Oratio :
Yesus, penuhilah kami dengan Roh KudusMu agar kami memahami setiap peristiwa hidup kami, terlebih bila kami menghadapi peristiwa yang pahit dan tidak mengenakkan; tak jarang kami ingin lari daripadaMu dan mencari penghiburan lain. Yesus, teguhkanlah kami dalam perjuangan hidup ini. 
Santo Karolus Lwanga doakanlah kami, agar kami setia selalu. Amin.
 
Contemplatio :
Habis gelap terbitlah terang.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening