Kamis Paskah VII

9 Juni 2011
Kis 23: 6-11  +  Mzm 16  +  Yoh 17: 20-26
 
 
 
Lectio :
Doa  Yesus menengadah ke langit: "Ya Bapa yang kudus,  bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."
 
 
Meditatio :
'Aku berdoa untuk mereka: agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku'.
Itulah doa  Yesus bagi semua orang yang percaya kepadaNya. 'Ya Bapa yang kudus,  bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku'. Yesus menghendaki agar kita bersatu padu, sama seperti Dia ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Dia, dan agar kita ada di dalam dan dengan Dia; dan di dalam Dia, kita akan memandang kemuliaanNya. 'Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan'. Kerinduan untuk tinggal dalam realitas keselamatan, telah menjadi kehendak Allah dari semula.
'Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku'. Realitas keselamatan berarti realitas hidup seseorang yang dikuasai oleh Allah, aku memang hidup 'bukan lagi aku yang hidup dalam diriku, melainkan Kristuslah yang hidup dalam aku' (Gal 2: 20). Yesus menghendaki kita pun masuk dalam relasi ilahi: relasi Bapa dan Anak, relasi dalam RohNya. Kita ada dalam Dia.
'Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka'. Pengenalan akan Kristus dan dikuasai olehNya memang yang membedakan kita dari dunia; dan hal itulah juga yang menimbulkan perlawanan antara kita dan dunia.
Hari-hari ini Gereja mengajak kita untuk semakin menyadari peran Roh Kudus dalam diri kita. Ketujuh karunia Roh Kudus: Roh Kebijaksanaan, Roh Pengertian, Roh Nasihat, Roh Kekuatan, Roh Pengetahuan, Roh Kesalehan dan Roh Takut akan Tuhan, harus sungguh-sungguh semakin dirasakan dan dialami oleh setiap orang yang percaya kepadaNya. Ketujuh karunia Roh Kudus wajib perlu dirasakan dan dinikmati oleh setiap umatNya, sehingga hidup 'semakin mengasilkan banyak buah, dan buahmu itu tetap' (Yoh 15: 16). Ketujuh karunia inilah yang menunjukkan kharakteristik seorang Katolik, seorang pengikut Kristus yang sejati.
          Paulus, sang pemberani, sebagaimana diceritakan dalam Kisah para Rasul tadi, berani berkata-kata dan bertindak seperti itu, bukan karena kemegahan dirinya, dia sadar betul itu, melainkan karena Roh Kristus yang tinggal  dalam dirinya. Dia yang percaya 'akan kebangkitan orang mati'  karena Kristus Yesus, tahu bagaimana harus berkata-kata dan bersikap di hadapan orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki yang memang melawan Kristus Yesus. Paulus adalah seorang yang selalu mendengarkan kemauan dan kehendak Yesus yang pernah dikejar-kejarnya itu. 'Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma'. Dia pun meneruskan perjalanannya ke Roma; karena memang itulah kehendak dan kemauan Allah!
 
 
Oratio :
 Yesus, satukanlah hati dan budi kami ini agar kami dapat merasakan kehadiranMu, sebagai GerejaMu yang kudus;  jadikanlah kami juga orang-orang yang tinggal bersama Engkau di manapun Engkau berada.  Yesus, kuasailah kami denga ketujuh karunia Roh KudusMu selalu, Amin.
 
Contemplatio :
Aku ada dalam Dia, dan Dia ada dalam aku.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening