Kenaikan Isa Almasih

2 juni 2011
Kis 1: 1-11  +  Ef 1: 17-23  +  Mat 28: 16-20
 
 
 
Lectio :
Kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
 
 
Meditatio :
'Kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu'.
Akhirnya pergilah para murid ke Galilea, ke sebuah bukit. Bukit apa namanya, tidak disebutkan memang, tetapi ke sebuah bukit itulah kemauan Yesus berjumpa dengan para muridNya. Ada yang menyembahNya, ada pula yang ragu-ragu kepadaNya. Aneh memang, setelah berkumpul selama tiga tahunan dan mengalami sendiri perjuangan mengikuti Yesus, dan mendapatkan rahmat kebangkitan, ternyata masih beberapa muridNya yang masih ragu-ragu kepada Yesus. Para muridNya, ada yang masih ragu-ragu!   Jaman kebangkitan begini masih ada yang ragu-ragu kepadaNya?   Itulah kenyataan hidup.
Mengikuti Yesus belum menjadi panggilan hidup!  Mengikuti Yesus masih sekedar tugas tambahan dari pekerjaan dan kesibukan sehari-hari. Bila mengikuti Kristus yang bangkit jaya menjadi panggilan hidup sampai akhir hayat dan menjadi kesadaran penuh, kiranya cita-cita Gereja, sebagaimana kehendak Tuhan Yesus, menjadi Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik sudah terealisir sebelum jaman kita sekarang ini. Ada banyak orang dengan bangga dan membanggakan diri bahwa: pada jaman saya dahulu, di paroki dan komunitas, saya tampil dengan hebat, tetapi keragu-raguan, perbedaan pendapat dan tantangan,  rasa lelah dan kemalasan diri ini memudarkan semangat hidup ini. Kalau para murid yang ragu-ragu akan Yesus, bangkit bangun dan menguatkan dirinya, sehingga menjadi martir-martirNya yang kudus, kiranya demikian yang seharusnya terjadi di tengah-tengah kita.
'Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi'.
Penyataan Yesus ini disampaikan kembali mengingatkan para murid, kita semua, akan keagungan dan kemuliaan diriNya. Dia yang telah turun ke dunia untuk menebus dan menyelamatkan umat manusia, kini kembali kepada Bapa. Seperti yang disebutkan Paulus dalam suratnya kepada umat di Efesus tadi: setelah menyelesaikan tugas perutusanNya, Bapa 'membangkitkan Yesus dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada'.
Perayaan kenaikan Isa Al Masih adalah perayaan pengakuan iman bahwa berkat kematian dan kebangkitanNya dari alam maut, Kristus telah menjadi Penguasa tunggal atas kehidupan ini, 'bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang'. Sebab semenjak kebangkitanNya dari antara orang mati, Dia tidak lagi mengikatkan diri pada dunia ini. Hari ini adalah perayaan mulia Seseorang yang kita sebut Isa Al Masih itu 'dibangkitkan Allah dari antara orang mati dan duduk di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada'.
Pada hari raya kenaikan Isa Al Masih, kita bukan lagi seperti para murid, yang tercengang-cengang keheranan pada waktu memandang Dia terangkat ke surge, dan sempat mendapat teguran dua orang, yang berpakaian putih, yang mengatakan: 'hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga', sebagaimana diceritakan dalam Kisah para Rasul tadi, melainkan sebagai pengaku-pengaku iman yang mengamini bahwa Yesus itu Kristus Tuhan!
Lebih dari itu, bukan saja sebagai penikmat keselamatan, tetapi juga pembagi keselamatan. Yesus sendiri meminta kita, 'pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu; ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman'.
Bagaimana kita bertindak sebagai penikmat keselamatan?
Tentunya kita sendiri bisa menjawab pertanyaan ini. Baiklah kita jujur terhadap diri kita sendiri. Sangatlah baik, seperti dikatakan dalam bacaan kedua tadi, kalau kita semakin berani bermohon kepada Tuhan Bapa di surge, 'supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya'. Hanya semakin mengenal Dia, kita beroleh dan menikmati keselamatanNya.
 
Demikian juga, bagaimana kita berperan sebagai pembagi keselamatan?
Tanpa membela diri dan mengecilkan kehendak Tuhan untuk  'menjadikan semua bangsa murid-Ku dan membaptis mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan mengajar mereka melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkanNya', paling sedikit marilah kita semakin berani menjadi 'terang yang bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa yang di sorga' (Mat 5: 16). Perhatian akan Bapa yang telah mengutus Yesus PuteraNya adalah penyatuan diri seseorang akan keselamatan, karena memang 'Allah itu menyelamatkan' (Yesus).
 
 
Oratio :
Yesus, kuasailah kami dengan Roh KudusMu, agar kami semakin hari semakin percaya kepadaMu, sebab Engkau telah merahmati kami dengan kuasa kematian dan kebangkitanMu.
Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang menikmati rahmat keselamatan dan rela membagikannya kepada sesame kami.
 
Contemplatio :
Jadilah saksi Kristus.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening