Minggu Paskah VII

5 Juni 2011
Kis 1: 12-14  +  1Pet 4: 13-16  +  Yoh 17: 1-11
 
 
 
Lectio :
Suatu saat  Yesus menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu".
 
 
Meditatio :
'Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau'.
Yesus meminta sesuatu dari Bapa di surge. Yesus meminta supaya Bapa mempermuliakan Dia, sehingga Dia pun segera mempermuliakan Bapa! Apakah Yesus membutuhkan penghormatan? Ingat, doa ini dilambungkan Yesus dalam perjamuan terakhir!
Yesus tidak mencari kehormatan diri. Bapa mempermuliakan sang Anak mencapai puncakNya, ketika Dia ditinggikan di kayu salib, ketika Bapa menyerahkan sang Anak menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia; dan pada saat itulah sang Putera mempermuliakan Bapa mencapai puncaknya dengan menyerahkan nyawa di kayu salib, sebagaimana kehendak Bapa sendiri yang mengutusNya. 'Telah tiba saatnya', sebentar lagi semuanya akan terjadi dan terpenuhilah kehendak Bapa; cawan itu segera diminumNya sebagaimana kehendak Bapa (Luk 22: 42).
Allah Bapa memang telah mempermuliakan sang Anak, ketika Dia melaksanakan kehendak sang Bapa. Puncak pemuliaan Allah Bapa, ketika Dia ditinggikan dan pada saat itulah juga Dia menarik semua orang datang kepadaNya. Karena itu, dalam doaNya Yesus menambahkan: 'Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu'.
Dan lihatlah, Allah Bapa tidak hanya mempermuliakan sang Anak seorang diri, melainkan juga semua orang yang percaya, 'mereka telah menuruti firman-Mu'; 'sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya'. Bapa juga memberikan kemuliaan kekal itu kepada setiap orang yang percaya kepada sang Anak, yakni orang-orang yang telah diserahkan Bapa kepada sang Anak menjadi milikNya. Karena itu, sebaliknya kemuliaan kekal itu sungguh-sungguh dapat dinikmati oleh setiap orang, bila kita mau semakin hari semakain percaya kepadaNya. 'Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus'.
'Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku'.
Yesus bangga dengan iman para muridNya, karena memang mereka telah percaya kepadaNya bahwa Dialah yang diutus Bapa, mereka telah mendengarkan firman yang disampaikanNya dan mereka telah melaksanakannya. Yesus kagum akan iman kepercayaan umat yang dikasihiNya. Karena itu, 'Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka'.
Yesus mendoakan para muridNya. Yesus mendoakan kita. Dia sadar apa yang didoakan, Yesus tahu apa isi doa-doa yang diucapkan. Yesus mau mendoakan kita. Yesus bisa mendoakan kita! Kiranya cara berdoa Yesus ini juga menjadi pola dan cara doa kita. Kehendak Yesus yang harus menjadi pedoman utama dalam hidup kita. Dia tidak berdoa untuk diriNya sendiri, tetapi juga bagi kita, umat yang dikasihiNya; dan Dia memberitahukan kepada kita apa doaNya bagi kita.
Kiranya nasihat Paulus juga kita renungkan bersama dalam pembangunan Gereja umat Allah, bahwasannya:  'siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri', bagaikan orang yang menikmati makanan, dia makan untuk keperluan tubuhnya; 'tetapi siapa yang bernubuat ataupun berdoa bagi sesama, ia membangun Jemaat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat dan mendoakan sesame, sebab orang yang bertindak demikian lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun' (1Kor 14: 3-5). Nemo dat quod non habet,  tidak ada seseorang  yang  memberikan sesuatu yang tidak dimilikinya (bac: yang tidak diketahuinya).
Yesus mendoakan kita, karena kita masih dalam perziarahan di dunia ini, sedangkan Dia telah pergi menyiapkan tempat bagi kita, supaya di mana Dia berada, kita pun berada bersamaNya. Yesus tahu semuanya itu; dan untuk itulah Dia menegaskan: 'Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu'. Dalam pekan novena Pentakosta ini, kita diingatkan bahwa Dia tidak meninggalkan kita sendirian, Yesus mendampingi kita dengan RohNya yang kudus.
Kita didoakan oleh Kristus karena Tuhan Yesus mengasihi kita!
Amat-amat baiklah kalau kita nikmati cinta kasih Kristus kepada kita. Siapakah yang dapat memisahkan kita daripada kasih Kristus? (Rom 8: 38-39). Karena itu, berbahagialah mereka yang terikat pada Yahwe, seperti yang kita senandungkan dalam Mazmur 27 tadi. Petrus dalam suratnya tadi, juga meneguhkan kita, orang-orang yang mau menikmati kasih Kristus, katanya: 'berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu; jika seseorang menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu'.
          Tidak ada yang memisahkan kita dari kasih Kristus.
 
Oratio :
Yesus, ketika Engkau dipermuliakan Bapa, Engkau menarik setiap orang datang kepadaMu. Kuasailah kami dengan Roh KudusMu, agar kami semakin berani membiarkan diri mengalami tarikanMu yang begitu dashyat dan menyelamatkan itu.  
 
Contemplatio :
Yesus mengasihi kita umatNya.
 
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening