Peringatan Santo Barnabas Rasul

11 Juni 2011
Kis 13: 1-3  +  Mzm 98  +  Mat 10: 7-13
 
 
 
Lectio :
'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat', sabda Yesus, 'sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
 
 
Meditatio :
'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'.
Inilah permintaan Yesus kepada para muridNya untuk mewartakan kabar sukacita bahwa  'Kerajaan Sorga sudah dekat'. Pewartaan mereka berisikan kabar sukacita karena Kerajaan Surga menjadi keinginan banyak orang. Bukti nyata seseorang yang menginginkan hidup kekal, padahal dia sudah mengikuti semua perintah Tuhan dan sudah berkelimpahan harta benda,  dia masih mengharapkan sesuatu yang lebih indah (Mat 19: 16-20). Kehadiran Kerajaan Surga itu membawa sukacita, karena itu para murid diminta mewartakan kehadiran Kerajaan dengan: 'menyembuhkan orang sakit; membangkitkan orang mati; mentahirkan orang kusta; mengusir setan-setan'.
Mereka harus membagikan karunia indah yang telah mereka terima, karena memang mereka telah menerimanya dari Allah. Mereka harus rela membaginya kepada orang lain. 'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'.  Ambil bagian dalam karya penyelamatan Allah berarti harus berani berbagi kasih dengan orang lain, sebagaimana Allah telah mengasihi kita terlebih dahulu. Kiranya pernyataan ini juga bisa kita perlebar guna meneguhkan saudara-saudari kita, yang yang aktif dalam karya social, bahwasannya karya mereka akan semakin bermakna, mendatangkan berkat, baik bagi mereka sendiri atau mereka yang mendapatkan pelayanan, bila memang mereka memurnikan motivasi diri, bahwa mereka telah menerimanya dari Tuhan dan siap membagikannya bagi orang lain, agar hidup mereka menjadi pujian bagi Tuhan (Yoh 21: 19a).
'Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya'.
Seorang pewarta dan pembagi keselamatan adalah seorang yang bebas dan tidak terikat akan orang lain dan hal-hal kebendaan. Mengapa? Karena memang mereka adalah orang-orang yang loman (Jw: murah hati) dan tidak bersikap pamrih. Hanya satu andalan hidupnya, yakni Tuhan Allah sendiri. Benarlah peneguhan Yesus tadi bahwasannya hendaknya kita tidak direpotkan oleh perbekalan dalam karya pewartaan, sebab Tuhan Yesus sendiri akan mengatur segala-galanya melalui orang-orang yang dikasihinya, 'sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya'.
Namun begitu, realitas kehidupan harus tetap siap dihadapi oleh setiap orang. Seorang pekerja patut mendapatkan upah. Setiap orang yang telah memberi, layaklah dia mendapatkan kebaikan. Sebagaimana penegasan Yesus kepada Petrus, yang kita renungkan kemarin, demikianlah bagi setiap orang yang hendak berbagi keselamatan. 'Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu'. Inilah realitas kehidupan.
'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'. Perintah inilah yang juga diterima oleh Barnabas dan Saulus. Mereka memang bukan termasuk keduabelas Rasul, tetapi iman keberanian mereka dalam mewartakan sabda Allah amatlah diacungi jempol, 'Khususkanlah bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka' pintu Tuhan kepada umat di Antiokhia. Sebagai pelaku-pelaku sabda, 'berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi'.
 
 
Oratio :
 Yesus, dalam peringatan santo Barnabas Rasul, kami terkenang akan keberanian mereka dalam mewartakan sabda dan kehendakMu. Ajari dan tuntunlah kami agar hidup kami menjadi pujian bagi namaMu.
Kembali kami mohon berkatilah dan dampingilah mereka saudara-saudari kami yang bekerja di daerah pelosok, di luar Jawa; semoga kasihMu semakin melimpah dalam diri mereka. Amin.
 
Contemplatio :
Berikanlah dengan cuma-cuma, sebagaimana kamu telah memperolehnya.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening