Rabu Masa Biasa XII

22 Juni 2011
Kej 15: 1-12,17-18  +  Mzm 106  +  Mat 7: 15-20
 
 
 
Lectio :
Yesus berkata: "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka".
 
 
Meditatio :
'Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka'.
Ada nabi-nabi palsu; berhati-hatilah! Nabi yang seharusnya menyampaikan warta kebaikan, sabda Tuhan sendiri. Namun tidaklah demikian dengan mereka. Mereka adalah nabi-nabi palsu!  Mereka datang dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Mereka datang bukan untuk membawa sukacita, melainkan membinasakan malahan.
Kepalsuan, kemunafikan dan kejahatan mereka itu memang lebih tepat dikatakan  sebagai serigala yang berbulu domba, bila dibandingkan dengan buah-buahan. Memang benar, 'tak seorang pun akan memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri'.  Demikian juga 'setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik', tapi bisa juga terjadi semuanya itu karena memang kelembaban udara yang tidak mendukung, jenis tanah ataupun hama. Kepalsuan, kemunafikan dan kejahatan lebih tepat dibahasakan sebagai serigala yang berbulu domba. Ini protes saya kepada Yesus. Ketampanan atau pun kecantikan akibat tautan aneka merk make up menghilangkan seseorang dari kemurnian dirinya.
Hari-hari ini media menampilkan ketidakjujuran bangsa, kebangkrutan Negara dan kemerosotan moral bangsa. Kita dapat membacanya, terutama dalam harian Kompas. Bangsa kita memang sedang sakit! Ekonomi-subsidi yang pernah diagung-agungkan, keinginan segelintir pemimpin yang hanya mencerdaskan otak, kepongahan demokrasi, dan diwarnai egoisme komunitas-komunitas tertentu, kuatnya pamer pencitraan diri, budaya korupsi dan jalan pintas, dan kurangnya perhatian terhadap kaum lemah menenggelamkan jiwa bangsa Indonesia. Pancasila hanya sekedar slogan. Semuanya ini akan mengkondisi semakin suburnya kepalsuan, kemunafikan dan kejahatan hidup. Jangankan nabi-nabi palsu, teman-teman palsu akan banyak mengelilingi dan memagari dunia pergaulan kita, bahkan bisa-bisa kita sendiri akan terseret menjadi orang-orang Kristen palsu! Orang-orang sekeliling Yesus pada waktu itu, dan juga Gereja perdana memang diingatkan akan munculnya nabi-nabi palsu, Yesus sendiri yang mengingatkan. Dalam dunia sekarang ini, jujur dengan berani kita harus mengakui kemungkinan munculnya teman-teman palsu semakin menguat, dan bahkan kita sendiri menjadi orang-orang kristiani yang palsu. Jangan kita ikuti!
          Dalam Injil Yesus memang mengingatkan dan supaya berhati-hati kepada kita akan munculnya nabi-nabi palsu. Kiranya gambaran kondisi bangsa yang sakit mengajak kita untuk semakin berani tetap berpaut kepada Tuhan sang Empunya kehidupan, dan tidak berpaling daripadaNya guna mencari kepuasan diri yang bersifat sesaat saja. Percaya akan kehidupan, percaya akan sesuatu yang lebih indah membutuhkan kesetiaan dalam berharap dan berharap. Kesetiaan Abraham kiranya menjadi pola hidup kita untuk menatap masa depan yang lebih baik.
          Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abraham dalam suatu penglihatan: 'Eliezer orang Damsyik ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu. Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya. Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu'. Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
 
 
 
 
 Oratio :
 
Yesus, terangilah kami denga RohMu yang kudus, agar kami dapat membedakan mana yang baik dan benar, yang berguna bagi hidup kami, dan agar kami semakin berani meninggalkan segala yang jahat, yang memang sering menggiurkan kami untuk melakukannya. Tuhan Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang setia.  Amin.
 
Contemplatio :
          Ujilah roh-roh itu.
 
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening