Senin Masa Biasa XI

13 Juni 2011
2K0r 6: 1-10  +  Mzm 98  +  Mat  5: 38-42
 
 
 
Lectio :
'Kamu telah mendengar firman' kata Yesus kepada para muridNya: 'mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu'.
 
 
Meditatio :
'Mata ganti mata dan gigi ganti gigi'.
Inilah hokum yang adil dan memuaskan hati. Namun ternyata hokum ini tidak menyelesaikan masalah, dan malahan menyambung dan membuka persoalan baru, sebab  inderawi manusia tidak akan mudah terpuaskan. Orang  akan selalu merasa dirinya diperlakukan dengan tidak adil, walau menggunakan hokum 'mata ganti mata dan gigi ganti gigi'. Aku harus menang! Akar persoalan yang membedakan satu sama lain, sehingga menimbulkan ketidakpuasan.
Persoalan akan selesai dan akan menghasilkan banyak buah, bila menanggapi segala persoalan kehidupan tadi dengan kemurahanhati. Karena itu, kata Yesus kepada kita semua para muridNya:
'Aku berkata kepadamu:                   
Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
Siapa  pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu'.
Mungkin kita merasakan keempat permintaan Yesus ini penuh dengan bahasa kiasan. Benar!  Namun kiranya kita dapat menangkap maknanya. Hendaknya kita menanggapi aneka tantangan hidup itu dengan kemurahan hati. Paulus pun juga menasehatkan: 'janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!  Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!' (Rom 12-17-18). Sebab hanya dengan kemurahan hati, kita mempraktekkan kehendak Yesus yang menginginkan agar kita bersikap murah hari seperti Bapa di surge (Mat 5: 45). Hanya kemurahanhati yang akan membungkam dan mematikan gejolak emosi dan mengakhirinya; tidak ada yang lain.
Betapa indahnya bila banyak orang, para pengikut Kristus, bertindak demikian. Kiranya damai dan sukacita segera memenuhi dunia dan isinya. Namun sayangnya, kita ini kan ingin menang terus, tidak mau mengalah, apalagi kalah. Keempat permintaan Yesus kepada kita hari ini memang mengajak untuk berani inkarnasi dan benar-benar memanggul salib dalam hidup sehari-hari. Inilah jalan salib, dan bukannya doa jalan salib.
Semenjak kita bersatu dalam GerejaNya yang satu, kudus dan apostolik, kita beroleh kasih karunia Allah; dan berkat dorongan Roh Kudus Allah, kita dapat mengaku bahwa Yesus itu Tuhan (1Kor 12: 3b). Maka bersikap murah hati berarti mempraktekkan dan menggunakan kasih karunia yang diberikan Allah dalaam hidup, dan bukan dalam pengertian. 'Sebagai teman-teman sekerja', kata Paulus dalam bacaan pertama tadi, 'kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima. Dalam hal apa pun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.  Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,  dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;  dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik'.
          Inilah benar-benar jalan salib, dan bukannya doa jalan salib. Menyia-nyiakan kasih karunia Allah membuat diri kita menjadi orang-orang bodoh dan jatuh dalam dosa, dan bukannya keselamatan yang kita peroleh.
 
 
 
 Oratio :
 
 Yesus Kristus, jadikanlah kami orang-orang yang bermurahhati, dan tidak menyia-nyiakan kasih karunia Allahyang telah dilimpahkan kepada kita. Berkatilah kami ya Yesus dengan kasihMu.
Ya santo Antonius, doakanlah kami agar kami dapat seperti Engkau yang setia dalam mengikuti kehendak Tuhan.
 
 
Contemplatio :
Barangsiapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening