Senin Masa Biasa XII

20 Juni 2011
Kej 12: 1-9  +  Mzm 133  +  Mat 7: 1-5
 
 
 
Lectio :
Yesus berkata: "jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
 

 
Meditatio :
'Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi'.
Penyataan Yesus ini tidak dimaksudkan untuk melawan keadilan atau tidak perlu adanya seorang hakim dalam memutus perkara di kantor pengadilan. Istilah  menghakimi di sini dimaksudkan, agar kita tidak bertindak dan berkuasa seperti Allah, apalah kita ini, atau menganggap diri sendiri yang benar, dan orang lain salah, egois, dan malahan memvonis orang lain telah berbuat salah dan merugikan kita. Dia telah mempertimbangkan segala sesuatu menurut ukuran dirinya sendiri. Janganlah kamu menghakimi, tegas Yesus, 'karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu' oleh Allah. Sebab memang 'hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan' (Yak 4: 12).
Daripada menghakimi orang lain, karena memang bukan hak kita, lebih baik kita merefleksi, mengevaluasi dan menghakimi diri sendiri. 'Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu'. Memang kebiasaan orang yang suka mencari muka dan menyombongkan diri adalah membenarkan diri dan dengan mudah menunjuk orang lain telah bertindak salah, membebankan kesalahan bersama pada diri orang tertentu. Jari-jari telunjuk selalu mengarah kepada orang-orang yang dijumpainya. Inilah pekerjaan orang-orang munafik!
Sering terjadi juga konflik bathin dalam diri seseorang, yang memang melihat seorang temannya bertindak salah dan tidak benar, dan dia tidak punya keberanian untuk berkata-kata tentang kebenaran; malahan dia menutupi kelicikan dirinya untuk berkata-kata tentang kebenaran itu dengan berprinsip jangan menghakimi sesame. Tuhan akan memperhitungkannya! Penyataan Yesus hari ini tidak dimaksudkan juga, agar kita berdiam diri, acuh tak acuh, membiarkan dan mendiamkan orang lain bertindak salah dan semena-mena. Kita wajib dan harus mengingatkan setiap orang yang bertindak jahat agar mereka bertobat, jangan-jangan Tuhan meminta pertangunganjawab kita (Yeh 33: 8-9). Memperingatkan seseorang yang bertindak salah, mencegah agar tidak semakin tenggelam dalam kesalahan dan dosa, dan menasehatinya, tidaklah sama dengan mencari-cari kesalahan sesame; sebaliknya ia menampakkan diri sebagai seorang nabi.
Orang, yang mudah menghakimi sesame, tidak mampu melihat kebaikan dalam diri sesamanya. Namun tak jarang orang-orang semacam ini akhirnya juga akan dijauhi oleh sesamanya, karena memang mereka juga tidak mau menjadi sasaran tembak dan bahkan menjadi bola permainan saja. Apalah arti kehidupan, bila kita dijauhi banyak orang, karena memang  ulah  kita sendiri. Orang yang suka menghakimi sesamenya bertentangan dengan kemauan Tuhan, yang menghendaki setiap orang menjadi berkat bagi sesamanya. Hendaknya 'olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat', tegas Tuhan yang berbelaskasih. Kiranya pengalaman bapa Abraham, sebagaimana tersurat dalam Kitab Kejadian tadi, menjadi bekal bagi kita dalam merenungkan Injil hari ini.
Amat baiklah kita menjadi berkat bagi sesame, minimal dengan rela melempar senyum kepada sesame, daripada bermain telunjuk kepada setiap orang yang kita jumpai.
 
 
 
 
 Oratio :
 
Ya Yesus Putera Bapa, ajarilah kami melihat kehadiranMu dalam diri sesame kami, sebab memang kami mudah kali jatuh dalam kesombongan dan kemunafikan diri, yang hanya mencari kepuasan diri.
Yesus, lembutkanlah hati dan budi kami. Amin.
 

Contemplatio :
          Janganlah kamu menghakimi sesame.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening