Senin Masa Biasa XIII

27 Juni 2011
Kej 18: 16-33  +  Mzm 103  +  Mat 8: 18-22
 
 
 
Lectio :
Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka." Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya.
 
 
Meditatio :
'Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi'.
Itulah permintaan seorang ahli Taurat kepada Yesus. Dia hendak mengikuti Yesus, dia hendak menjadi muridNya. Sebuah kemauan yang baik, mengikuti Kristus. 'Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang', tegas Yesus, 'tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya'. Entah kenapa Yesus menanggapinya  seperti itu. Apakah ahli Taurat itu hendak mengikuti Yesus supaya mendapatkan keagungan nama? untuk mendapatkan jaminan hidup? agar beroleh kenyamanan hidup?  Tidak disebutkan memang. Namun yang jelas, kemapanan hidup tidaklah akan didapat. bila keinginan itu menjadi motivasi  seseorang dalam mengikuti sang Guru. Memang kalau kita mengikuti Dia, 'segalanya akan ditambahkanNya'  (Mat 6: 33), walau kehendak dan KerajaanNya harus tetap menjadi perhatian utama. Yesus hanya mengingatkan ahli Taurat itu, dan tidak melarangnya.
'Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku', kata salah seorang muridNya yang hendak mengikutiNya. Tetapi Yesus berkata kepadanya: 'ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka'. Yesus Tuhan memang tidak mau dinomerduakan. Dia tidak mau terhadap mereka yang memberikan syarat-syarat,  bila hendak mengikutiNya. Bila saya bekerja ikut seseorang,  saya mau tidak mau harus mengikuti kemauan dia. Demikian juga bila hendak mengikutiNya, seseorang harus langsung berangkat hari ini sekarang juga. Itulah maksud penyataanNya tadi. 
Apa yang kita cari dengan mengikuti Kristus?
'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'   (Mat 16: 24). Inilah jalan yang harus kita tempuh, bila hendak mengikuti Dia; tidak ada yang lain.
Abraham adalah seorang yang setia mengikuti Tuhan, sang Empunya kehidupan. Dia tidak memikirkan diri sendiri dalam perjalanan mencari Tuhan; dengan rela dan berani malahan dia mengadakan tawar-menawar dengan Tuhan, agar semua orang tetap mendapatkan keselamatan, karena masih adanya orang-orang yang taqwa kepadaNya.  Abraham memang seorang yang menjadi berkat bagi sesamanya, sebagaimana diceritakan dalam Kitab kejadian tadi.
          'Aku tidak akan memusnahkan mereka semua karena yang dua puluh yang baik itu', tegas Tuhan Allah yang berbelaskasih. Dia memang minta dinomersatukan demi keselamatan umatNya, dan bukan untuk kemuliaan diri.
 
 
 
 
 Oratio :
 
Ya Yesus Tuhan, kami ingin selalu mengikuti Engkau ke mana Engkau pergi, hanya saja kami mudah sekali menoleh ke kanan ke kiri. Melihat keindahan dunia yang memang menarik perhatian kami. Kami mohon kepadaMu, agar Engkau melembutkan hati dan budi kami, supaya kami semakin tergiur hanya kepadaMu, satu-satunya Penyelamat kami.
 
Contemplatio :
          Mengikuti Yesus keputusanku!
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening