Hari Raya Santa Maria dari Gunung Karmel

16 Juli 2011
Zak 2: 10-13  +  Gal 4: 4-7  +  Mat 12: 46-50
 
 
 
Lectio :
Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.
Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau." Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"
Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
 
 
Meditatio :
'Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?'
Pertanyaan Yesus ini sepertinya menohok ibu dan saudara-saudara-Nya, yang berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. PertanyaanNya ini juga sekaligus menanggapi teriakan salah seorang yang ditujukan kepadaNya: 'lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau'. Bagaimana reaksi ibu dan saudara-saudari Yesus, ketika Dia menyampaikan hal iut, tidak disebutkan.
Lalu kata Yesus, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: 'ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'. Penyataan Yesus memperlebar persaudaraan dengan diriNya, bukan saja mereka yang memang terikat secara insane, melainkan mereka semua yang melakukan kehendak Bapa di sorga. Penyataan Yesus menegaskan bahwa semua orang akan menjadi saudara-saudariNya dan beroleh keselamatan, bila mereka semua melakukan kehendak Bapa di surge.
Kehendak Bapa yang bagaimana? Yakni semua pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus, sebab memang Dia datang hanya untuk melakukan kehendak Bapa di surge (Yoh 6: 38). Kehendak Bapa di surge adalah semua yang diajarkan dan dilakukan oleh Yesus sendiri. Tepatlah juga apa yang dikatakan Yesus kepada semua orang yang hendak mengikutiNya, yakni: 'setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku' (Mat 16: 24). Tidak ada rumusan lain dalam mengikuti Dia.
Di sini sebenarnya tidak ada lagi istilah ayah dan ibu, anak dan saudara dan saudari dalam mengikuti Kristus. Semua adalah saudara. Ucapan 'ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku', kiranya juga tidak meremehkan mereka yang pada waktu itu mencari Yesus, karena memang mereka adalah orang-orang yang setia mengikuti Kristus.
Kita semua adalah saudara satu Bapa, karena seperti dikatakan dalam bacaan kedua tadi, bukankah kita telah menjadi anak-anakNya berkat penebusan Kristus. Berkat Roh Anak-Nya, kita pun berani berseru: 'ya Abba, ya Bapa!', dan malahan kita 'bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kita anak, maka kita juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah'.
Kita semua adalah saudara, dan Kristuslah Putera Sulung kebangkitan (1Kor 15: 20), yang telah dibangkitkan Allah Bapa, sang Empunya kehidupan; dan kita pun yang telah percaya kepadaNya kelak juga 'akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus, tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya' (1Kor 15: 22-23). Kita semua, GerejaNya yang kudus, yakin bahwa Maria adalah orang kedua yang menikmati rahmat kebangkitan dan kemuliaan surgawi secara nyata, karena memang kasih karunia Allah yang begitu melimpah pada dirinya dan juga atas kesetiaannya dalam mengikuti Kristus PuteraNya.
Para pertapa di gunung Karmel (tahun 1200-an), selain menyebut Maria sebagai Bunda dan Pelindung, juga menyebut diri, dan mengajak kita mengakui diri sebagai saudara-saudara Santa Perawan Maria, pertama, karena kita semua adalah anak-anak Bapa yang satu dan sama, kedua,  mempunyai keinginan yang kuat untuk menikmati kebahagiaan surgawi, karena kita semua ahli waris Kerajaan, sebagaimana yang telah dinikmati oleh Bunda Maria; dan ketiga, kita pun meneladan Maria: bagaimana menjadi murid yang setia dan selalu siap sedia untuk melaksanakan kehendakNya  'aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu'.
Hari ini adalah hari raya Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel. Pesta hari ini mengajak kita untuk semakin mempunyai kerinduan akan rahmat surgawi dan meneladan Maria dalam mengikuti Kristus sang Putera. Tidak cukup hanya berbangga dengan sebutan saudara-saudariNya, melainkan dengan melaksanakan kehendak Bapa di surge, memanggul salib sebagaimana Kristus telah memanggul salib, mengasihi sesame sebagaimana Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita, memandang segala-galanya baik adanya, karena memang segala-galanya telah diciptakan baik adanya. Memandang seperti Dia memandang!
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus,  ajarilah kami semua semakin hari semakin setia mengikuti Engkau, sehingga kami menjadi murid-muridMu yang setia sampai akhir hidup kami, dan kelak kami pun Engkau ijinkan menikmati kebahagiaan surgawi, sebagaimana telah dinikmati oleh Maria, saudari kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening