Jumat Biasa XIV


8 Juli 2011
Kej 46: 1-7.28-30  +  Mzm 37  +  Mat 10: 16-23
 
 
 
Lectio :
Tegas Yesus kepada  kedua belas murid-Nya: "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.
 
 
Meditatio :
'Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati'.
Yesus meminta para muridNya, dan tentunya kita semua, untuk berani mewartakan Kerajaan Surga, karena memang kehendak Tuhan Bapa di surge agar kita semua beroleh selamat. Berbagi keselamatan dan anugerah-anugerahNya adalah kewajiban setiap orang kristiani. Berbagi keselamatan itu berbagi sesuatu yang membahagiakan hidup, karena memang menjadi kerinduan banyak orang. Namun ingat, tegas Yesus, 'Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati'.
Mengapa semua itu terjadi?
Karena ternyata tidak semua orang menanggapi dan menerimanya dengan senang hati; bukan saja mereka meremehkan pewartaan keselamatan, malahan mereka begitu garang melawannya. Mereka, bagaikan serigala-serigala, yang lapar mengaum-aum mencari mangsanya, menjumpai domba-domba, buruannya. Para murid tidak boleh mundur, harus maju terus. Karena itu, 'hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati' dalam menghadapi mereka semua, tegasNya.
Konkritnya, mereka 'akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah'. Lebih dari itu, akibat dan dampak pewartaan itu sendiri bahwasannya: 'orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka'. Kekacauan seperti akan terjadi sebagai akibat perlawanan terhadap kemapanan jaman. Pewartaan Kerajaan Surga akan berlawanan dengan kerajaan dunia yang membelenggu setiap insane manusia. Konflik dan pergolakan dalam diri setiap orang akan dimungkinkan terjadi. 'Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging, karena keduanya memang bertentangan' (Gal 5: 17).
Sekali lagi, para murid tidak boleh mundur, harus maju terus. Sebab 'apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu'. Yesus tidak menakut-nakuti kita, para muridNya. Yesus hanya menyatakan kebenaran: apa yang akan terjadi berkat pewartaan mereka. Namun begitu, Dia tidak membiarkan para muridNya bekerja sendirian. Dia akan mendampingi dan mendampingi mereka dengan kuasa RohNya, 'Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu'.
'Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'. Inilah janji Yesus yang harus kita pegang dan menjadi jaminan hidup kita. Kasih karunia terindah tidak akan jatuh dari langit bagaikan buah durian, melainkan memerlukan keterbukaan dan pemurnian diri untuk menerimanya. Kemauan untuk berbagi kasih itulah pemurnian diri yang dikehendaki Yesus, sebab kita diminta untuk bertahan dan bertahan dalam menghadapi aneka tantangan yang membelenggu.
Perlawanan dan perlawanan dalam berbagi kasih 'tampaknya secara sengaja dibiarkan oleh Allah', sebagaimana Tuhan Allah sendiri membiarkan dan malahan mendorong umatNya untuk masuk tanah Mesir, sebagaimana kita dengarkan dalam bacaan pertama tadi. Sabda Tuhan terhadap Yakub: 'Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana. Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali'. Allah sengaja memasukkan umatNya dalam negeri Mesir untuk mendapatkan pembelajaran hidup.
'Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang', tegas Yesus. Namun sebaliknya, penegasan Yesus ini juga dapat kita mengerti bahwa sampai kedatanganNya kembali, aneka tantangan dan perlawanan tidak akan berhenti dari jaman satu ke jaman berikutnya. Segala ketidaksempurnaan ini akan selesai bila sang Kesempurnaan itu datang dan meraja (bdk 1Kor 13: 10).
 
 
 Oratio :
 
Yesus, teguhkanlah hati kami dalam karya pelayanan terhadap sesame, dalam pewartaan Kerajaan Surga, dalam berbagi kasih. Buatlah kami menjadi orang-orang yang sabar dan tahan diri dlam pelbagaai tantangan hidup, sehingga pada akhirnya kami boleh menikmati keselamatan daripadaMu.
Tuhan berkatilah kami selalu. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Baransiapa bertahan sampai akhir, akan selamat.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening