Jumat Masa Biasa XV

15 Juli 2011
Kel 11:10 – 12,14  +  Mzm 116  +  Mat 12: 1-8
 
 
 
Lectio :
          Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat."
          Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?
          Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
 
 
 
Meditatio :
'Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat'.
Itulah protes orang-orang Farisi kepada Yesus ketika mereka memergoki para murid Yesus memetik bulir gandum dan memakannya. Mereka mengajukan protes keras, karena para murid memetik bulir-bulir gandum pada hari Sabat. Pada hari Sabat setiap orang tidak boleh melakukan kegiatan apapun. Hari Sabat hanya untuk Tuhan!
Para murid terpaksa melakukan semuanya itu, karena mereka lapar. Kesalahan mereka ialah tidak membawa perbekalan. Sebab bila mereka membawa bekal, peristiwa itu tidak akan terjadi. Mengapa mereka tidak membawa perbekalan, apakah karena perintah sang Guru? (Mat 10: 10).
Jawab Yesus kepada mereka: 'tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?'.
Ada peraturan memang, tetapi pasti ada pengecualian dan pengkhususan dari sebuah peraturan. Mobil ambulance akan jalan terus, bila melalui traffic light,  dan mereka diberi kesempatan untuk mendahului lainnya, karena memang ada orang sakit yang harus segera mendapatkan pertolongan. Amat tepatlah bila kita harus menolong orang yang mau tenggelam di depan mata kita, dan membatalkan acara kerohanian.  Lebih dari itu, bila ada prinsip hidup benar dan suci yang dilanggar para murid, pasti Tuhan Yesus akan menegur mereka; bukankah 'di sini ada yang melebihi Bait Allah' dan bukankah 'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'. Mentaati aturan hidup bersama adalah kebajikan, yang kiranya semuanya itu harus dilakukan dengan sukarela dan kasih. 'Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah'.
Kasih mengatasi hokum. Kiranya pedoman inilah yang harus kita terapkan dalam hidup sehari-hari, bukannya kita mau melanggar aneka peraturan, melainkan hendak membebaskan orang-orang yang terjepit oleh beban kehidupan. Paskah Perjanjian Lama sebagaimana kita renungkan dalam bacaan pertama tadi adalah peristiwa kasih Allah yang ingin membebaskan umat  Israel dari beban hidup di Mesir; sebuah representasi karya penebusan Kristus atas umat manusia.
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, Engkaulah penguasa atas kehidupan ini. Buatlah kami  semakin berani merundukkan diri di hadapanMu, bukan karena terpaksa, melainkan karena kami memang membutuhkan keselamatan daripadaMu. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Tuhan, Engkaulah penguasa atas hidup ini.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening