Kamis Biasa XIV

7 Juli 2011
Kej 45: 1-5  +  Mzm 105  +  Mat 10: 7-15
 
 
 
Lectio :
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: "Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."
 
 
Meditatio :
'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'.
Para murid diminta Yesus untuk mewartakan Kerajaan Surga. Artinya Allah berkehendak merajai dunia dan segala isinya, tetapi tidak dengan paksa dan tangan besi, karena memang Allah amat menghormati anugerah terindah yang diberikan kepada umatNya, bahwasannya mereka diciptakan serupa dengan gambar Allah, 'laki-laki dan perempuan diciptakan sesuati dengan gambarNya'. Anugerah ini tidak dimatikan dan tidak dipadamkan. Yesus hanya mengundang dan mengundang seluruh ciptaanNya untuk menanggapi tawaranNya itu agar beroleh kesalamatan.
'Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan', tegas Yesus, karena memang kuasa itulah yang diberikan Yesus kepada kedua belas murid-Nya, sebagaimana kita renungkan kemarin, sehingga mereka mampu 'untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan' (Mat 10: 1). Mereka semua, tanpa perbedaan, menerima rahmat demi rahmat itu.  'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma', pinta Yesus. Sungguh, setiap orang yang mau melaksanakannya akan beroleh ketenteraman jiwa, karena memang dia sungguh-sungguh bersyukur dan berterima kasih atas pemberian Allah. Kemauan untuk membagikannya kepada orang lain secara cuma-cuma, tanpa meminta balasan, akan menurunkan sukacita dan damai. Mau membagikannya kepada orang lain, apalagi secara cuma-cuma merupakan sebuah ucapan syukur dan terima kasih seseorang atas rahmat Tuhan yang telah diterimaNya. Terlebih segala kebaikan Allah diberikan kepada seseorang umat dimaksudkan untuk kemajuan umatNya (1Kor 14: 12). Inilah perbuatan iman!
'Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya'. Permintaan Yesus amat jelas. Hendaknya para murid tidak merepotkan diri, bahkan kuatir dengan aneka perbekalan. Tuhan Allah akan atur! 'Sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya'. Kesibukan seseorang akan aneka perbekalan mengkondisikan dirinya untuk berat melangkahkan kaki dalam karya pelayanan, malahan memandegkan seseorang untuk tidak mau berpindah dari tempat yang satu ke tempat lain, yang memang dituntut dalam karya pelayanan. Seorang pelayan harus siap sedia pergi ke mana Tuhan Allah mengutusnya.
'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu'.
Penyatan Yesus ini menegaskan betapa pentingnya pewartaan akan datangNya Kerajaan Surga;  semua orang, tanpa terkecuali, wajib menerimaNya dengan sukacita. Setiap orang wajib menerimaNya karena demi keselamatan hidupnya. Setiap orang tetap bebas menanggapinya, tetapi keselamatan hanya bisa dinikmati oleh mereka yang berani menyambut dan menerima kehadiran Kerajaan Surga. Ketidakseriusan seseorang dalam menanggapinya, berakibat fatal, tak banyak berbeda, bahkan lebih berat tanggungannya yang harus diterima, lebih daripada Sodom dan Gomora.
Karena itu, adalah keharusan bagi para murid, dan kita semua untuk mewartakan kabar sukacita. Bukan dengan kekerasan atau pedang, melainkan tetap dengan kasih. Ketidakseriusan seseorang dalam pewartaan adalah sebuah pelanggaran dan perlawanan terhadap kehendak Tuhan Yesus, yang menginginkan semua orang beroleh selamat. Salam satu jiwa untuk diselamatkan harus tetap dikumandangkan! 'Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu'.
Kasih karunia yang diterima oleh Yusuf, anak Israel, lebih banyak dibanding yang diterima oleh saudara-saudaranya, walau ia harus mengalami peristiwa yang pahit dan tidak mengenakkan bertahun-tahun lamanya. Sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi, Yusuf,  yang telah menerima segala sesuatu secara melimpah, telah terpanggil untuk menjadi berkat bagi saudara-saudaranya itu. Katanya kepada mereka: 'marilah dekat-dekat. Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir. Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu'.
 
 
 Oratio :
 
Ya Yesus,Engkau telah melimpahi kami dengan kasih karuniaMu. Namun, jujur saja, kami sering lupa akan segala pemberianMu itu kepada kami. Ajarilah kami, ya Yesus, menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih kepadaMu, berani berbagi kasih kepada sesame, sebagai tanda keikutsertaan kami dalam pewartaan akan Kerajaan Surga yang sudah dekat itu.
Yesus, terima kasih atas karuniaMu kepada kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Kerajaan Surga sudah dekat.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening