Kamis Masa Biasa XV

14 Juli 2011
Kel 3: 13-20  +  Mzm 105  +  Mat 11: 28-30
 
 
 
Lectio :
Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang
 
Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."
 
 
Meditatio :
'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."
Undangan Yesus ini sungguh membahagiakan. Bila berani datang kepadaNya, kita akan mendapatkan kelegaaan dalam hidup 'dan jiwamu akan mendapat ketenangan'.  Hati yang lega adalah adalah hati yang bebas dari beban, hati merasa plong dan damai, penuh sukacita. Bukannya hidup kita ini lalu tanpa persoalan dalam menghadapi  aneka pekerjaan dan kesibukan rumahtangga sehar-hari. Aneka problema kehidupan pasti akan datang dan tetap ada hari demi hari, tetapi kita akan dapat menghadapiNya, karena kita berani belajar dari Kristus sendiri, sebagaimana dikehendakiNya; dan Dia akan membantu dan meringankan langkah kita.
'Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan', tegas Yesus. Ini berarti Yesus telah melakukan sendiri apa yang hendak disampaikan. Yesus tidak menyampaikan sebuah ajaran dan perintah; Yesus tidak hanya mentransfer segala kehendak Bapa di surge kepada kita umatNya. Yesus sungguh-sungguh menyatakan dan menyampaikan kehidupan. Dia datang ke dunia untuk melakukan kehendak Bapa, dan bukan hanya memberitahukannya; Dia datang mengasihi kita terlebih dahulu; Dia datang untuk melayani, dan bukannya dilayani; Dia datang memanggul salib, dan tidak hanya meminta kita memanggul salib kehidupan; Dia telah merelakan nyawaNya di kayu salib menjadi tebusan hidup umat manusia, dan bukan hanya meminta kita agar berani kehilangaan nyawa.
Kemauan kita datang kepadaNya dan belajar daripadaNya juga berarti kita ambilbagian dalam karya penyelamatan. Sebab dengan datang kepadaNya, kita diajak untuk memanggul salib seturut salibNya, dan bukan seturut ukuran kita sendiri: 'pikullah kuk yang Kupasang', ini berarti beban pikulan itu yang menentukan Kristus sendiri, seturut kemauan Dia, bukan seturut kemauan kita. Pikulan yang diberikan kepada kita umatNya, bukanlah juga pikulan yang tak pernah disentuhNya, sebagaimana dilakukan oleh orang-orang munafik. Yesus telah mendahului memanggul salib bagi kita; keikutsertaan kita memanggul salib berarti membuat 'beban-Ku ringan'; datang dan belajar daripadaNya berarti kita bersama-sama dengan Dia memanggul salib kehidupan, Dia malahan akan menemani kita, sehingga 'salib yang Kupasang itu enak'.
Kepergian orang-orang Israel dari Mesir, walau dalam perlindungan Tuhan Allah, tidaklah berjalan mulus. Keperkasaan dan kekuasaan akan menghalang-halangi mereka. Dan Tuhan Allah tahu dengan benar semuanya itu. 'Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat', tegas Tuhan Allah dalam bacaan pertama tadi.
          Kehadiran Yesus Tuhan sekarang ini tidaklah akan bermain dengan tangan kuat seperti bacaan pertama tadi. Dia tidak menampakkan diri dalam nyala api. Dia malahan menampakkan wajahNya secara nyata, yang dapat dilihat, didengar dan diraba, yang memang murahhati dan penuh belaskasih. Hari ini Injil menegaskan: 'marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu, belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan'. Amatlah baik kalau kita datang kepadaNya!
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau memanggil dan memanggil kami. Ajarilah kami, ya Tuhan Yesus, untuk mempunyai semangat belajar yang kuat daripadaMu. Sebab memang Engkaulah satu-satu Anak Manusia yang telah memanggul salib kehidupan, sebagaimana kehendak Bapa di surge. Engkaulah satu-satunya orang yang sukses melakukan kehendak Bapa. Ajarilah kami, agar kami kedapatan setia sampai akhir hidup ini. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Datanglah padaKu, Aku ini lemah lembut dan rendah hati.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening