Kamis Masa Biasa XVI

21 Juli 2011
Kel 19: 1-2.16-20  +  Mzm 78  +  Mat 13: 10-17
 
 
 
Lectio :
Suatu hari datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
 
 
Meditatio :
'Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?'.
Perumpamaan seharusnya mempermudah pemahaman suatu hal, dan sebagai bentuk penyampaian ide gagasan yang amat halus, dan malahan si pendengar diajak terlebih dulu untuk bertanya-tanya apa yang hendak disampaikan; dengan demikian diandaikan pemahamannya akan semakin kuat.
Namun dalam pewartaan, Kristus ternyata mempunyai maksud tertentu. 'Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'. Allah mempunyai maksud khusus. Dia memilih orang-orangNya yang diperkenankan untuk mendengarkan dan memahami rahasia misteri Allah. Mereka mendapatkan kasih karunia Allah untuk mengerti, dan malahan atas kasih karuniaNya itu mereka akan semakin banyak mengerti dan mengerti, sehingga yang mempunyai akan semakin berkelimpahan. 'Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti'. Penyampaian maksud Allah dalam perumpamaan memang disengaja guna menyembunyikan rahasia itu sendiri dari orang-orang yang tidak berkenan mendengarkannya.
Mengapa disampaikan kalau memang harus disembunyikan?
Genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: 'kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka'. Sepertinya Yesus pun tidak mau mengubah hati orang-orang yang sudah mengeras. Yesus membiarkannya, karena memang kemauan mereka untuk tidak mau mendengarkan dan mendengarkan.
Sebaliknya,  'berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar'. Berbahagialah kita semua juga yang mampu mendengarkan dan mampu melihat misteri Allah. Walau belum sempurna, tetapi setiap dari kita diijinkan untuk mendengarkan dan mendengarkan, untuk melihat dan melihat. Sebab semuanya itulah adalah anugerah yang luar biasa dan mendatangkan keselamatan. Tidak semua dapat mendengarkan dan melihatnya. Sebab 'sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'.
Kasih karunia Allah apa yang boleh kita nikmati? Pasti peristiwa yang menggemparkan, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama, yakni: 'pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan. Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan berdirilah mereka pada kaki gunung. Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat', tidak kita alami lagi. Namun tak dapat kita sangkal, kehadiranNya yang menyelamatkan dalam diri Yesus Kristus, sering kita rasakan dalam pengalaman hidup sehari-hari.
          Tak dapat disangkal, pengalaman 25 tahun dalam hidup membiara telah mengarahkan hidup saya dalam mengabdi Tuhan; suara panggilan Tuhan secara langsung, sebagaimana dialami Musa dalam bacaan pertama, tidak pernah terjadi, tetapi kasihNya yang menjaga dan melindungi selalu ada dalam diri kami. Ketiga nasehat Injil sebagai terungkap dalam kaul ketaatan, kemiskinan dan kemurnian mampu mengarahkan diri kepada hidup seperti sekarang ini.
Terpujilah Engkau ya Tuhan Yesus
atas segala kebaikan dan kemurahanhatiMu kepada kami
Kami bersyukur atas perhatian dan kasihMu
Kiranya kasihMu tak pudar dalam diriku, karena aku orang yang berdosa.
Kasihanilah aku, ya Yesus
Aku bercaya kepadaMu.
 
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu atas kasih karuniaMu yang besar.  Apalah jasa-jasa kami; tidak ada yang bernilai di hadapanMu. Namun hanya kebaikan dan kerahimanMu, Engkau sudi memperhatikan dan memandang kami selalu. Yesus Engkau baik hati kepada kami.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          Terpujilah Engkau ya Tuhan.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening