Kamis Masa Biasa XVII

28 Juli 2011
Kel 40: 34-38  +  Mzm 84  +  Mat 13: 47-53
 
 
 
Lectio :
Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: "Hal Kerajaan Sorga itu  seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti."
Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."
Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ.
 
 
 
Meditatio :
'Hal Kerajaan Sorga itu  seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan'.
Benarlah memang. Pukat akan menangkap semua jenis  ikan. Sebuah pukat tidak mampu memilah-milah jenis ikan; dia akan menangkap semua ikan yang dijumpainya. 'Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang'. Sang nelayan pasti akan memilah-milah. Itu memang kemauannya. Sang nelayan akan memilih ikan-ikan yang mendatangkan keuntungan pada dirinya, dan itulah yang akan diambilnya. Ikan-ikan yang jelek dan tidak memberikan keuntungan akan dibuangnya kembali.
'Demikianlah juga pada akhir zaman: malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi'.  Sungguh akan terjadi pemisahan, antara orang-orang yang jahat dan yang benar. Mereka yang benar adalah mereka yang melaksanakan kehendakNya, yang mengikuti perintah-perintahNya. Ajaran dan perintah-perintahNya disampaikan oleh Allah, bukan demi namaNya atau kepentinganNya sendiri, melainkan untuk keselamatan umat manusia sendiri. Mereka yang jahat adalah orang-orang yang memang tidak mau melaksanakan kehendak dan kemauan Allah, mereka mencari kepuasan diri selama hidupnya.
Keras dan tegas memang tindakan Tuhan Allah. Namun kiranya tetap kita ingat bahwa dalam proses penyelamatanNya, Allah melalui Yesus, sang Putera selalu mengundang dan mengundang setiap orang untuk datang kepadaNya. Yesus tidak memperhitungkan dosa dan kesalahan umatNya. Asal seseorang mau berbalik kepadaNya, setelah mendengarkan sapaanNya, dia diperkenankan menikmati rahmat kasihNya yang melimpah, karena memang 'Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang' (Mat 18: 11.14). Asal seseorang mau berbalik kepadaNya, Yesus akan berkata kepadanya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus' (Mat 23: 43). Kebajikan akan berdiri di tengah, sebab Yesus adalah seorang yang tegas dalam prinsip, tetapi lembut dalam pelaksanaannya.
Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. 'Mengertikah kamu akan perumpamaan ini?', tegas Yesus kepada mereka semua, dan mereka menjawab: 'ya, kami mengerti'. Perumpamaan itu amat mudah dimengerti oleh orang-orang pada jaman itu, apalagi dan tentunya tidaklah sulit bagi kita untuk memahaminya.
Asal seseorang mau berbalik kepadaNya, setelah mendengarkan sapaanNya, dia diperkenankan menikmati rahmat kasihNya yang melimpah. Dia akan membuang segala pengetahuan dan pemahamannya yang dahulu tentang Tuhan Allah: pertama bahwa Tuhan itu mahakuasa dan tinggi luhur, yang suka menghukum dan main perhitungan terhadap umatNya, sebesar dosa dan salah seseorang, sebesar itulah hukuman yang akan diterimanya; dan kedua, Ia akan mengutus sang Mesias untuk menghakimi umatNya. Semua pemahaman itu salah! Semuanya itu berkebalikan dengan maksud 'Dia yang datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'.
Maka benarlah yang dikatakan Yesus: 'karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya'. Mengikuti Yesus berarti berani berubah dan mengamini kehendak Allah!
Mengikuti Yesus berarti bertambahlah kerepotan kita, ada tugas baru, siap berubah dan mengamini kehendak Allah, dan menomerduakan kemauan diri sendiri. Perjalanan bangsa Israel menuju tanah terjanji harus bongkar pasang perkemahan mengikuti kehendak Tuhan Allah. Diceritakan tadi dalam bacaan pertama: 'awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci. Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah. Tetapi jika awan itu tidak naik, maka mereka pun tidak berangkat sampai hari awan itu naik. Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah'.
 
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, InjilMu hari ini mengingatkan kami akan realitas kami kelak. Engkau sungguh-sungguh memisahakan kami. Sepertinya tiada ampun bagi kami. Namun bila kami telusuri, Engkau mengundang dan mengundang kai slelau untuk datang kepadaMu. Yesus, buatlah kami mempunyai keteguhan yang kuat dalam berkehendak baik. Amin .
 
 
Contemplatio :
          Biasakanlah kami ya Tuhan untuk memilih yang terbaik bagi hidup.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening