Peringatan Lazarus, Marta dan Maria

29 Juli 2011
1Yoh 4: 7-16  +  Mzm 34  +  Yoh 11: 19-27
 
 
 
Lectio :
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani.
Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
 
 
Meditatio :
'Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku'.
Itulah permintaan seorang perempuan terhadap Yesus. Berani kali perempuan ini! Dia mempunyai selera tinggi, sebagaimana dimaksudkan dalam Injil Minggu dan Rabu kemarin. Dan memang harus berani kita akui, banyak kaum hawa sekarang ini, yang memang mempunyai hidup rohani yang tinggi, mempunyai selera akan mutiara indah,  dibanding kaum Adam. Saya harus berani belajar kepada mereka. Marta sungguh perempuan berani, karena dengan lantang dia mengemukakan pendapat dan permintaannya. 'Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku'. Sepertinya dia langsung menuduh bahwa Yesus membiarkan dirinya sibuk seorang diri; sepertinya juga dia memerintah Yesus untuk menegur saudarinya yang berdiam diri. Marta adalah seorang aktifis lapangan, dia sibuk sekali melayani dan melayani; tidaklah demikian dengan Maria yang duduk manis dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya.
'Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya', tegas Yesus kepadanya. Marta jelas-jelas kena tegur oleh Yesus, karena memang dia menyusahkan diri dengan banyak perkara. Marta sepertinya menyibukan dirinya, tetapi bukan untuk kepentingan diri sendiri. Marta sibuk melayani orang lain, yang memang harus mendapatkan perhatian. Marta mengungkapkan kasihnya kepada orang yang dicintainya, karena memang Yesus Tuhan telah mengasihi mereka terlebih dahulu, sebagaimana diungkapkan dalam bacaan pertama tadi: 'inilah kasih itu: bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita'. Marta melayani sang Tamu, bukan karena tanpa alasan. Marta tahu akan panggilan terhadap dirinya untuk berbagi kasih. 'Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia'.
Namun tak dapat disangkal Maria juga mempunyai selera tinggi, dia 'telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya'. Dia memilih sesuatu yang tidak bisa diwakilkan oleh orang lain, dia sendiri harus melakukan. Dia adalah seorang yang lapar, yang pasti dia harus mengisi perutnya, dan tak mungkin diwakilkan. Maria juga adalah seorang yang lapar akan sabda Tuhan, dia merindukan suara sang Guru, maka dia mengambil waktu guna memberi perhatian pada sabda, yang diucapkan sendiri oleh Yesus. Kerinduan Maria tidak mungkin diwakilkan kepada orang lain; Maria harus mengungkapkan sendiri kerinduannya itu kepada sang Guru, pewarta sabda kehidupan.
Pengalaman Yesus yang mengunjungi Lazarus, Marta dan Maria bukanlah untuk membenarkan yang satu dan menyalahkan yang lain. Marta dan Maria mengungkapkan pengenalan akan Tuhan Yesus dalam cara yang berbeda, yang mana satu sama lain itu saling melengkapi, dan bukannya meniadakan satu terhadap yang lain. 'Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih'. Seluruh pengalaman rohani kita akan ambruk dan tidak membangun kehidupan, bila memang tidak mengalir dalam kasih, 'jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku' (1Kor 13: 2-3).
Kiranya menjadi permenungan bagi kita, untuk tidak mengutamakan cara-cara hidup rohani tertentu, kita harus bangga memang, tetapi janganlah terbuai dan tertidur, karena kita masih jauh dari Puncak, bila memang semuanya itu tidak mengalir dalam buah-buah kasih. Paulus secara lebih tajam lagi mengatakan: 'antara iman, pengharapan dan kasih, yang paling besar di antaranya ialah kasih' (1Kor 13: 13). Hanya orang yang berselera tinggi dalam hidup rohani akan selalu memilih kasih.
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, bantulah kami untuk selalu berani memilih bagian yang terbaik dalam hidup kami, yang tentunya berkenan kepadaMu, yang adalah Sumber kasih bagi seluruh ciptaanMu.
Ya Santa Maria dan Marta, dan saudara kami Lazarus, doakanlah kami orang-orang yang seringkali kurang tanggap akan sabda dan kasih Yesus Kristus, Saudara kita.  Amin .
 
 
Contemplatio :
          Aku telah memilih yang terbaik dalam hidupku.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening