Peringatan Yoakhim dan Anna

26 Juli 2011
Sir 44: 10-14  +  Mzm 132  +  Mat 13: 16-17
 
 
 
Lectio :
Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'.
 
 
Meditatio :
' Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar'.
Yesus memuji kita  yang bisa melihat dan mendengar. Karena apa? Karena memang  'banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Ini berarti kita mendapatkan kesempatan yang sungguh-sungguh indah dan bernilai, karena kita diijinkan melihat dan mendengarkan sesuatu yang dirindukan dan didambahkan oleh para nabi dan orang-orang benar.
Melihat dan mendengarkan apa? Apa yang dirindukan oleh para nabi dan orang-orang benar itu? Melihat dan mendengarkan Allah sendiri yang hadir dan berbicara. Sebab memang Dia itu mahaagung dan dashyat, kekuatan dan kuasanya melebihi angkasa raya, bahkan Musa (Kel 3: 6) dan Elia (1Raj 19: 13) menyelubungi wajahnya takut memandang Allah. Namun kasih dan kemurahan hatiNya sungguh terasa dan membimbing, sehingga setiap orang merindukanNya, pada kahirnya mampu  melihat, memandang, mendengar dan berjumpaNya.
Kini kita dapat melihat dan mendengarkan Tuhan Allah secara dekat, malahan Dia sendiri  mengundang dan mengundang kita untuk datang kepadaNya (Mat 11: 28). Dia pun menyampaikan misteri kebenaran Allah kepada setiap orang yang berkenan kepadaNya, sehingga dapat hidup dalam kelimpahan (Mat 13: 11-12). Bersama Yesus kita pun dapat berkata-kata mengungkapkan keluh kesah kita kepadaNya. Kita bukan saja boleh mendengarkan, kita malahan juga diijinkan berbicara dan memohon kepadaNya.
Maria adalah orang pertama yang mendapatkan kesempatan yang luhur dan mulia itu. Maria adalah orang pertama yang melihat dan mendengarkan Yesus sang Putera kebangkitan, malahan Maria membiarkan Allah yang agung dan mulia itu tinggal dalam dirinya dengan menjawab  'aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu'. Maria membiarkan dirinya dikuasai oleh Allah!
Maria, gadis Israel, orang Ibrani itu bukan durian yang jatuh dari atas! Maria dapat mengucapkan fiat-nya, memang bukanlah atas kemampuannya sendiri, Allah berkarya dalam dirinya. Namun tak dapat disangkal keluarga telah mengkondisikan dirinya untuk menerima kehendak Allah. Kiranya pengalaman Eli dalam menasehati Samuel,  juga menjadi pola-bina Yoakhim dan Anna dalam mendampingi Maria. Pasutri ini kiranya juga pernah membisikakan dalam hati Maria: 'apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar' (1Raj 3: 9). Yoakhim dan Anna berhasil melembutkan hati Maria dalam mendengarkan kehendak Tuhan.  Berkat kedua orangtuanya, Maria mengamini kehendak Tuhan Bapa di surge.
Yoakhim dan Anna, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi, 'adalah orang-orang kesayangan, yang kebajikannya tidak sampai terlupa; malahan semua kebajikannya tetap tinggal pada keturunannya sebagai warisan baik yang berasal dari mereka'. Maria adalah buah hati mereka berdua. Maria menampakkan kebajikan ilahi kedua orangtuanya. 'Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian, dan anak-anak merekapun demikian pula keadaannya. Keturunan mereka akan tetap tinggal untuk selama-lamanya, dan kemuliaannya tidak akan dihapus. Dengan tenteram jenazah mereka ditanamkan, dan nama mereka hidup terus turun-temurun'.  Kebaikan hati orangtua tak jarang tampak nyata dalam diri anak mama, sang buah hati.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, Engkau banyak berkarya dalam diri kami melalui keluarga kami, terlebih dalam dari kedua orangtua kami, Engkau secara nyata menyapa dan melempar senyum kepada kami.
Berkatilah kedua orangtua kami, berkatilah keluarga kami.
Dampingilah secara khusus keluarga-keluarga muda yang amat rentan dengan aneka cobaan. Semoga Engkau sendiri menjadi pelindung yang kudus bagi keluarga-keluarga kami ini. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Berbahagialah mata yang melihat Engkau ya Yesus.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening