Pesta Santo Yakobus

25 Juli 2011
2Kor 4: 7-15  +  Mzm 126  +  Mat 20: 20-28
 
 
 
Lectio :
Datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."
Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."
Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
 
 
Meditatio :
'Kami dapat!'
Yakobus, Rasul yang kita rayakan pestanya hari ini, ikut menjawab juga dengan lantang dan penuh semangat . Jawaban ini menanggapi pertanyaan Yesus kepada mereka: 'dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?'. Pertanyaan ini disampaikan Yesus guna menantang dan memurnikan keinginan orangtua mereka sendiri, ketika menjumpaiNya. 'Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu'. Keluarga Zebedeus siap sedia meminum cawan yang akan diberikan oleh Yesus, karena ingin mendapatkan tempat yang istimewa, di sebelah kanan dan kiri Yesus.
'Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya', tegas Yesus. Seruan Yesus ini sungguh-sungguh memurnikan keinginan setiap orang yang hendak mengikutiNya.
Apa yang hendak kita cari dalam mengikuti Dia?
Apa motivasi kita mengikuti Kristus?
Mengapa kita beriman kepada Kristus?
Ada banyak iman kepercayaan dalam mengikuti Tuhan.
Mengapa Yesus menjadi pilihan kita?
Apa kita tidak boleh bermohon?
Apa kita tidak boleh berharap kepadaNya?
Permintaan ibu Zebedeus tadi memang sempat membuat kesepuluh murid yang lain marah kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: 'kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu'.
Yesus tidak menolak permintaan ibu  Zebedeus, karena memang anak-anak  Zabedeus juga orang-orang yang layak menerima anugerah mulia. Tidak ubahnya dengan penegasan Yesus kepada ibu dan saudara-saudaraNya yang mencari diriNya. 'Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku' (Mat 12: 46-50), sebagaimana kita renungkan seminggu yang lalu. Yesus, dengan penyataanNya ini, mengajak kita semua, agar dalam beriman dan mengikutiNya, kita hendaknya tidak hanya menjadi orang yang suka meminta dan meminta, hendaknya kita tidak  menjadi orang-orang  yang gembeng (Jawa: suka nangis), mudah merengek-rengek seperti anak kecil; malahan dengan semangat kasih kita diminta menjadi orang-orang yang suka memberi dan melayani, orang-orang yang siap berbagi kasih, 'sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang'.
Dalam misa ini: mohon supaya mobil saya terjual dengan harga tinggi, mohon supaya batuk saya segera sembuh, mohon supaya tidak kehujanan dalam perjalanan, mohon di angkot nanti tidak duduk dengan seorang perokok. Semoga helm sepeda motor saya tidak hilang waktu diparkir. Apakah permohonan-permohonan ini salah? Mudah kali kita ini meminta.
'Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa'.
Inilah jeritan Paulus dalam bacaan pertama tadi. Dia menjerit tetapi bukan menangis. Malahan aneka kehidupan yang tidak mengenakan ditanggapinya dengan penuh sukacita dan pengharapan; semuanya itu dirasakan sebagai kemauan untuk 'senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami'. Sebab kami yakin, 'bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus'. Barangsiapa mati bersama dengan Dia, juga akan dibangkitkan bersamaNya. 'Sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya' (Rom 15: 22-23).
 
 
 
Oratio :
 
Tuhan jadikanlah, aku pembawa damai
Bila terjadi kebencian, jadikalah aku pembawa cinta kasih,
Bila terjadi perpecahan, jadikanlah aku pembawa persatuan
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,
Sebab dengan memberi kami menerima, dengan mengampuni kami diampuni, dengan mencintai kami dicintai, dengan mati suci kami bangkit  untuk hidup selama-lamanya.
 
Santo Yakobus doakanlah kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Biarlah saya duduk di sebelah kananMu
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening