Rabu Masa Biasa XV

13 Juli 2011
Kel 3: 1-12  +  Mzm 103  +  Mat 11: 25-27
 
 
 
Lectio :
Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya".
 
 
Meditatio :
'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil'.
Yesus bersyukur kepada Bapa di surge, sang Empunya langit dan bumi, karena segala karya yang indah itu disampaikan kepada orang-orang yang kecil dan sederhana, dan bukannya kepada mereka orang-orang bijak dan pandai, orang-orang yang memang mempunyai kepandaian dan kebijakan. Karya dan kehendakNya tidak disampaikan kepada mereka, karena memang mereka tidak mau mengutamakan kehendak Allah sendiri, yang dianggapnya tidak faktual dan tidak praksis. Orang-orang bijak dan pandai adalah mereka mengumandangkan kepandaian dan kebijaksanaan insane. Kepada mereka, Tuhan tidak memperhatikannya secara serius. 'Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu', tegas Yesus.
Hanya orang-orang kecil, mereka yang taqwa dan merundukkan diri di hadapanNya itulah orang-orang pilihan Allah. Seorang tuan panenan, secara wajar, memang  akan menaruh perhatian lebih kepada orang-orang yang menjalankan tugas-tugasnya dengan baik dan benar, walau tidak mengabaikan lainnya. Kehendak  tuan adalah menghadirkan pribadi sang tuan itu sendiri, maka bila kehendak dan perintah-perintahnya itu dilaksanakan oleh orang-orang sekitarnya, pasti sang tuan akan bergembira dan menaruh perhatian secara lebih kepada mereka.
Ada baiknya, kita,  sebagai umat yang dicintaiNya, berusaha dan berusaha menyenangkan hati Tuhan dengan melaksanakan kehendakNya yang mendatangkan keselamatan bagi kita; bukannya bertindak ABS (asal bapak senang), bertindak seperti orang-orang munafik (Mat 23), karena hanya akan mendatangkan kecaman dan kemurkaan Tuhan, dan tidak membawa keselamatan. Kita senangkan hati Tuhan Yesus dengan sukarela dan jujur, sebab Dia mengetahui diri kita masing-masing. Ketidakjujuran kita akan mendatangkan kecaman, seperti yang dirasakan orang Khorazim, Betzaida dan Kapernaum, sebagaimana kita renungkan kemarin. Kejujuran mendatangkan berkat!
'Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya'.
Segala yang indah dan baik itu tentunya juga dinikmati oleh Yesus sendiri, sang Putera sulung kebangkitan. Itulah maksud Yesus yang menegaskan: bahwa semuanya telah diserahkan Bapa kepadaNya, termasuk pengenalan akan diriNya dan akan Bapa. Sebab dengan mengenal dan melaksanakan kehendakNya, kita semua dimungkinkan akan semakin mengenal Bapa dan sang Putera; pengenalan akan Allah semakin dimungkinkan bagi 'orang-orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya'.
Hari-hari ini kita diajak memanfaatkan segala karunia yang diberi Tuhan kepada kita. Kita sedang lapar, padahal perjalanan masih jauh, namun untunglah kita mendapatkan kiriman santapan sehat dan bergizi, yang memang disediakan untuk kita, maka baiklah kita nikmati dengan penuh syukur, dan kita siap melanjutkan perziarahan ini.
'Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub'. Inilah penegasan diri Allah yang menampakkan diri di hadapan Musa. Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Allah menampakan diri bukan dalam rupa sebenarnya. Namun itulah wujud kasih karunia yang sungguh indah yang diterima dan dinikmati oleh Musa, hamba Allah.
Dan kasihNya itu akan semakin dirasakan Musa, bila dia mengikuti kehendakNya. Kehadiran Allah akan dirasakan oleh setiap orang, bila berani melakukan kehendakNya. Musa membuktikannya. Ketika Musa meragukan kemampuan dirinya dengan mengatakan: 'siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?', Allah berfirman: 'bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini'. Allah tidak membiarkan Musa sendirian. Ia mendampingi dan mendampingi Musa dan seluruh umatNya.
 
 
 
 Oratio :
 
 Ya Tuhan Yesus, buatlah kami menjadi orang-orang yang berani melaksanakan kehendakMu, sebab memang Engkau telah menyatakan diri kepada kami. Engkau menampakkan diri kepada kami dalam sabda dan sakramen-sakramenMu. Semoga kami menjadi orang-orang yang berani memanfaatkan segala anugerahMu guna melanjutkan perziarahan kami ini. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Hadirlah ya Yesus.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening